Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani kesepakatan kerja sama perdagangan dalam dokumen Agreement of Reciprocal Trade pada Kamis (19/2).
Dalam perjanjian tersebut, AS mempertahankan tarif resiprokal sebesar 19% untuk produk Indonesia ke pasar AS. Namun, terdapat sejumlah produk yang mendapat tarif 0%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia baik sektor pertanian maupun industri yang memperoleh fasilitas bebas bea masuk ke AS.
“Baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0%,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: Prabowo dan Trump Teken Perjanjian Dagang, Tarif RI Tetap 19%
Ia menambahkan, khusus produk tekstil dan apparel Indonesia, pemerintah AS juga memberikan tarif 0% melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Detail teknis skema tersebut akan dibahas lebih lanjut setelah proses penandatanganan perjanjian ART rampung.
“Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Sebagai timbal balik, Indonesia memberi tarif 0% bagi produk AS, terutama komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai. Dengan demikian, bahan baku impor tersebut tidak menambah beban biaya bagi masyarakat.
“Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soy bean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe,” terangnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri