Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Survei Ipsos 2026: SeaBank Terdepan dalam Keamanan, Stabilitas Aplikasi, dan Kemudahan Akses Dana

Survei Ipsos 2026: SeaBank Terdepan dalam Keamanan, Stabilitas Aplikasi, dan Kemudahan Akses Dana Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah meningkatnya adopsi layanan perbankan digital di Indonesia, aspek keamanan menjadi faktor yang semakin menentukan dalam keputusan masyarakat memilih bank digital. Temuan terbaru Survei Ipsos Indonesia 2026 menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mencari kemudahan bertransaksi dan keuntungan finansial, tetapi juga mengutamakan rasa aman dalam menyimpan serta mengelola dana secara digital.

Hasil survei menunjukkan bahwa sistem keamanan dan perlindungan privasi data yang andal menjadi alasan utama masyarakat dalam memilih bank digital. Sebanyak 65% responden menyebut faktor tersebut sebagai pertimbangan utama, melampaui berbagai manfaat lain seperti promo, diskon, dan cashback yang dipilih oleh 54% responden.

Menurut Hansal Savla, Managing Director Ipsos Indonesia, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aspek keamanan mencerminkan semakin matangnya perilaku konsumen dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.

"Seiring berkembangnya ekosistem perbankan digital di Indonesia, konsumen semakin memahami bahwa keamanan bukan hanya soal perlindungan data. Kepercayaan terhadap produk, stabilitas layanan, kemudahan akses dana, serta keandalan transaksi menjadi faktor utama yang membentuk keyakinan mereka dalam memilih bank digital," ujar Hansal Savla, Managing Director Ipsos Indonesia.

Kepercayaan terhadap Produk Simpanan Menjadi Indikator Penting

Survei Ipsos juga menunjukkan bahwa dalam memilih bank digital yang terdaftar dan diawasi OJK serta simpanannya dijamin oleh LPS, konsumen tidak hanya mempertimbangkan fitur keamanan yang tersedia, tetapi juga tingkat kepercayaan terhadap produk simpanan yang ditawarkan.

Pada aspek persepsi bahwa produk tabungan dan deposito aman serta terpercaya, SeaBank memperoleh skor tertinggi sebesar 69%, diikuti Bank Jago (56%), SuperBank (53%), NeoBank (47%), dan Allo Bank (45%).

Temuan ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap produk simpanan menjadi salah satu indikator penting dalam membangun persepsi keamanan di kategori bank digital. Konsumen cenderung menilai keamanan berdasarkan keyakinan bahwa dana mereka dikelola dengan baik sehingga memberikan rasa tenang.

Stabilitas Aplikasi Perkuat Rasa Aman Pengguna

Selain keamanan produk, pengalaman menggunakan aplikasi juga berperan penting dalam membentuk persepsi keamanan. Aplikasi yang stabil dan minim gangguan memberikan keyakinan lebih bagi nasabah saat melakukan transaksi maupun aktivitas perbankan sehari-hari.

Dalam survei ini, 66% responden menilai SeaBank memiliki aplikasi yang stabil dengan tingkat error atau gangguan yang minim. Posisi berikutnya ditempati Bank Jago (51%), SuperBank (47%), NeoBank (43%), dan Allo Bank (26%).

Hasil tersebut mengindikasikan bahwa stabilitas layanan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi tingkat kepercayaan konsumen terhadap bank digital. Pengalaman penggunaan yang lancar membantu menciptakan rasa aman dalam setiap interaksi digital yang dilakukan nasabah.

Kemudahan Akses Dana Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

Kemudahan dalam mengelola dan mengakses dana juga menjadi faktor yang memperkuat keyakinan masyarakat menggunakan layanan perbankan digital. Konsumen menilai bahwa proses pencairan deposito yang mudah serta tersedianya pilihan tenor yang beragam memberikan fleksibilitas sekaligus rasa nyaman dalam mengelola simpanan.

Pada aspek ini, SeaBank kembali memperoleh skor tertinggi sebesar 71%, disusul Bank Jago (57%), NeoBank (53%), SuperBank (51%), dan Allo Bank (34%).

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kemudahan akses dana tidak hanya dipandang sebagai fitur fungsional, tetapi juga menjadi bagian dari persepsi keamanan karena memberikan rasa kontrol yang lebih besar kepada pengguna atas dana yang mereka miliki.

Metodologi

Survei ini dilakukan oleh Ipsos Indonesia pada April 2026 menggunakan metode online melalui panel digital Ipsos. Studi melibatkan 300 responden di seluruh Indonesia yang berasal dari wilayah Jabodetabek, Jawa di luar Jabodetabek, serta luar Pulau Jawa.

Responden terdiri atas pria dan wanita berusia 18–55 tahun dari berbagai latar belakang sosial ekonomi. Seluruh responden merupakan pengguna aktif bank digital dengan frekuensi penggunaan minimal satu kali dalam sebulan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Sufri Yuliardi