Merasa Dikecewakan oleh Ahmad Khozinudin, Roy Suryo: Ucapkan Kata-Kata yang Tidak Pada Tempatnya
Kredit Foto: Istimewa
Tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, secara resmi mencabut surat kuasa terhadap Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis (TAAKAA).
Keputusan ini diambil setelah pernyataan ketua tim hukum tersebut, Ahmad Khozinudin, dinilai telah mencederai perjuangan hukumnya.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu menegaskan bahwa seluruh surat kuasa yang sebelumnya diberikan kepada TAAKAA kini sudah tidak berlaku lagi.
"Bahwa saat ini, saya ingin menyampaikan penegasan untuk seluruh Surat Kuasa yang pernah saya terbitkan atau mungkin terlewat... dengan demikian saya nyatakan tidak ada lagi kuasa yang saya berikan kepada TAAKAA," ujar Roy Suryo dalam keterangan tertulisnya.
Alasan utama pemutusan hubungan kerja sama hukum ini berakar dari pernyataan Ahmad Khozinudin dalam acara Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) di Gedung Juang pada Sabtu (11/7/2026). Acara tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sentana TV.
Dalam acara itu, Ahmad Khozinudin sempat melontarkan pernyataan mengenai dua skenario Jokowi untuk memenangkan kasus ijazah palsu.
Salah satu skenario yang disampaikannya adalah kemungkinan dikabulkannya gugatan praperadilan Roy Suryo terkait penangkapan dan penahanannya oleh Polda Metro Jaya. Roy Suryo menilai pernyataan tersebut tidak tepat dan merugikan posisinya.
"Hal ini termasuk oleh karena adanya perbuatan oknum yang telah mencederai perjuangan saya dengan mengucapkan kata-kata yang tidak pada tempatnya," tegas Roy.
Setelah mencabut kuasa dari TAAKAA, Roy Suryo mengumumkan bahwa dirinya kini didampingi oleh tim hukum dari TalkHAM. Salah satu advokat yang tergabung dalam tim tersebut adalah pakar hukum tata negara, Refly Harun.
"Mulai saat ini juga tim kuasa hukum yang sah dan legal mendampingi dan atau mengatasnamakan saya, termasuk di media dan podcast, hanya dari TalkHAM," kata Roy.
Meski kecewa terhadap tindakan Ahmad Khozinudin, Roy Suryo menegaskan hubungannya dengan anggota TAAKAA lainnya tetap baik. Ia menyayangkan tindakan satu orang yang berdampak pada seluruh anggota tim.
Roy juga membuka peluang bagi anggota TAAKAA lain yang masih ingin mendampinginya, dengan syarat kerja sama dilakukan secara terpisah dan tidak lagi mengatasnamakan TAAKAA.
"Kepada rekan-rekan TAAKAA yang lain sebenarnya saya tidak ada masalah sama sekali, namun akibat perbuatan oknum tersebut semua jadi korbannya. Oleh karenanya, bilamana ada yang masih ingin berjuang bersama, saya dengan terbuka menerima secara terpisah," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: