Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ciputra Life Bayar Klaim Rp146 Miliar di 2025 Imbas Inflasi Medis

        Ciputra Life Bayar Klaim Rp146 Miliar di 2025 Imbas Inflasi Medis Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) membayar klaim sebesar Rp146 miliar sepanjang 2025, melonjak 68% dibandingkan 2024, seiring tekanan inflasi medis yang mendorong kenaikan biaya layanan kesehatan, obat-obatan, dan tindakan medis.

        Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto menyatakan lonjakan klaim tersebut terutama terjadi pada lini asuransi kesehatan.

        “Inflasi medis memiliki dampak yang cukup signifikan bagi lini bisnis asuransi kesehatan. Hal ini tercermin pada peningkatan biaya klaim baik dari sisi tarif layanan kesehatan, harga obat-obatan, maupun tindakan medis lain yang berimplikasi langsung pada kenaikan rasio klaim,” ujar Listianawati kepada Warta Ekonomi, Jumat (20/2/2026).

        Sepanjang 2025, Ciputra Life mencatat total pembayaran klaim Rp146 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 68% dibandingkan realisasi 2024.

        Baca Juga: Industri Asuransi Diproyeksi Naik, Ciputra Life Targetkan Premi Tumbuh Double Digit

        “Di sepanjang tahun 2025, Ciputra Life telah membayarkan klaim sebesar Rp146 miliar, meningkat sekitar 68% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan klaim di tahun 2025 salah satunya berasal dari produk Ciputra Medical Insurance yaitu asuransi kesehatan korporasi yang baru diluncurkan di pertengahan tahun 2024,” jelasnya.

        Produk Ciputra Medical Insurance, yang diluncurkan pada pertengahan 2024, menjadi kontributor terbesar pembayaran klaim pada 2025. Produk tersebut menyasar segmen asuransi kesehatan korporasi.

        Listianawati menjelaskan inflasi medis mendorong kenaikan tarif layanan kesehatan, harga obat, serta berbagai tindakan medis. Kenaikan komponen tersebut secara langsung meningkatkan rasio klaim perusahaan.

        Terkait strategi menjaga keberlanjutan portofolio, manajemen menyatakan opsi penyesuaian premi akan dilakukan secara selektif.

        Baca Juga: Kejar Target 7%, OJK Dorong Asuransi Wajib

        “Terkait repricing premi, bila diperlukan penyesuaian akan dilakukan secara selektif dan berbasis aktuaria, dengan mempertimbangkan tren klaim, profil risiko, serta prinsip keberlanjutan portofolio,” katanya.

        Meski menghadapi lonjakan klaim akibat inflasi medis, Ciputra Life menyatakan tetap memenuhi kewajiban pembayaran klaim tepat waktu serta memperkuat tata kelola risiko untuk menjaga kesinambungan perlindungan bagi pemegang polis.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: