Kredit Foto: Romus Panca
Bank Indonesia mencatat inflasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Februari 2026 sebesar 0,44 persen secara bulanan (mtm), berbalik dari deflasi 0,09 persen pada Januari.
Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, mengatakan secara tahunan inflasi tercatat 3,54 persen (yoy), meningkat dari 2,94 persen (yoy) bulan sebelumnya, namun masih dalam kisaran target nasional.
Kenaikan harga dipicu sejumlah komoditas, seperti emas perhiasan, nasi dengan lauk, tarif angkutan udara, beras, dan cabai merah. Lonjakan tarif pesawat terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat jelang Ramadan dan Idulfitri.
“Komoditas pangan seperti beras dan cabai merah juga terdorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” jelasnya, saat bincang bareng media, Selasa (3/3/2026).
Meski begitu, Rony memastikan, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga bensin, bawang merah, telur ayam ras, buncis, dan daging ayam ras.
Baca Juga: Langkah Strategis Kementerian UMKM Dorong UMKM di Batam Naik Kelas
Berdasarkan data Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi tertinggi terjadi di Tanjungpinang sebesar 0,99 persen (mtm), disusul Batam 0,40 persen dan Karimun 0,01 persen.
BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memastikan sinergi pengendalian harga dan pasokan terus diperkuat guna menjaga stabilitas inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Romus Panca
Editor: Amry Nur Hidayat