Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kenapa Harga Terus Naik Tapi Gaji Tetap Tidak Berubah?

Kenapa Harga Terus Naik Tapi Gaji Tetap Tidak Berubah? Kredit Foto: Unsplalsh/Towfiqu barbhuiya
Warta Ekonomi, Jakarta -

Banyak dari kita pasti merasa harga barang dan kebutuhan lain dari waktu ke waktu semakin mahal, namun gaji cenderung tidak berubah. Hal ini merupakan fenomena ekonomi yang terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia.

Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan harga naik, yaitu inflasi, biaya energi dan bahan baku, serta rantai pasok global.

Baca Juga: Kenapa Menabung Tidak akan Membuat Kita Kaya?

1. Inflasi

Inflasi secara sederhana yaitu kenaikan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu.

Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia, inflasi tahunan Indonesia meningkat 3,55% pada Januari 2026, dari 2,92% sebelumnya. Ini adalah tingkat inflasi tertinggi sejak Mei 2023.

3. Biaya energi dan bahan baku

Dari tahun ke tahun terdapat lonjakan harga minyak, listrik, atau bahan mentah yang membuat harga produk otomatis naik karena peningkatan biaya operasional perusahaan.

4. Rantai pasok global

Gangguan pasca-pandemi dan geopolitik (misalnya perang, embargo) membuat biaya untuk impor naik.

Meskipun demikian, biasaya gaji tetap tidak berubah, hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti stagnasi upah riil, strategi perusahaan, produktivitas lambat, dan pasar tenaga kerja.

1. Stagnasi upah riil

Meskipun nominal gaji naik, namun setelah disesuaikan dengan inflasi nilainya tetap, atau bahkan dalam beberapa kasus malah menurun.

2. Strategi perusahaan

Sejumlah perusahaan akan menekan biaya tenaga kerja melalui efisiensi, outsourcing, atau kontrak jangka pendek untuk memangkas pengeluaran.

3. Produktivitas lambat

Perusahaan biasanya tidak menaikkan upah karena produktivitas pekerja lambat, tidak secepat dengan kenaikan harga yang terjadi.

4. Pasar tenaga kerja

Daya tawar pekerja melemah dengan persaingan yang tinggi, perubahan struktur pekerjaan (gig economy, kontrak fleksibel), serta layoffs (penghentian kerja).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: