Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Freeport Tambah Investasi Lagi, Benarkah Indonesia Makin Untung di Masa Depan?

        Freeport Tambah Investasi Lagi, Benarkah Indonesia Makin Untung di Masa Depan? Kredit Foto: PTFI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani mengungkapkan adanya tambahan kesepakatan investasi antara Freeport-McMoRan Inc (FCX) dengan pemerintah Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan usai agenda penandatanganan dokumen aliansi strategis antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Amerika Serikat.

        Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama perpanjangan hak operasi PT Freeport Indonesia di kawasan mineral Grasberg yang telah diteken sebelumnya. Nilai investasi dari perpanjangan hak operasi tersebut diperkirakan mencapai US$20 miliar atau sekitar Rp337,68 triliun.

        “Mungkin ada satu tambahan memang kemarin juga sudah ditandatangani kesepakatan MOU antara Freeport dan juga pemerintah Indonesia dalam hal ini kami mewakili atas mandat yang diberikan kepada kami," ujar Rosan. Melalui nota kesepahaman ini, pihak Freeport berencana meningkatkan investasinya kembali untuk masa 20 tahun ke depan.

        Peningkatan nilai investasi jangka panjang ini diharapkan dapat memperkuat sektor pertambangan nasional secara berkelanjutan. Selain itu, pemerintah ingin memastikan bahwa agenda hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral tetap berjalan optimal di dalam negeri.

        Nota kesepahaman atau MoU tersebut akan segera diproses lebih lanjut oleh kementerian terkait agar menjadi perjanjian yang bersifat definitif. Pemerintah berkomitmen mengawal proses transisi ini agar memberikan kepastian hukum bagi investor asing yang menanamkan modalnya di Indonesia.

        Baca Juga: Pemerintah dan Freeport Teken MoU, Investasi 20 Miliar Dolar AS dan Tambahan 12 Persen Saham Negara

        Rosan menambahkan bahwa tambahan investasi ini diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap total penerimaan negara di masa mendatang. Kontribusi ekonomi tersebut akan terlihat dari sisi setoran pajak maupun pendapatan non-pajak lainnya dari aktivitas pertambangan di Papua.

        “Dan ini juga akan memberikan dampak yang positif kepada baik dari segi penerimaan pajak dan yang lain-lainnya oleh sebab itu ini tentunya akan ditindaklanjuti," tandas Rosan. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: