Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Freeport-McMoRan Buka Suara Soal Divestasi Tambahan ke RI, Ini Bocorannya!

Freeport-McMoRan Buka Suara Soal Divestasi Tambahan ke RI, Ini Bocorannya! Kredit Foto: PTFI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Freeport-McMoRan (FCX) memberikan sinyal lanjutan rencana divestasi saham tambahan di PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Pemerintah Indonesia seiring dengan kemajuan pembahasan perpanjangan izin operasi tambang Grasberg pasca-2041. Rencana tersebut akan membuat porsi kepemilikan FCX di PTFI terdilusi secara bertahap pada dekade berikutnya.

Dalam laporan keuangan kuartal IV-2025 yang dirilis Kamis (22/1/2026), manajemen FCX mengungkapkan bahwa diskusi dengan Pemerintah Indonesia terkait perpanjangan izin jangka panjang melampaui 2041 telah menunjukkan perkembangan signifikan.

Sebagai bagian dari komitmen perpanjangan tersebut, Freeport-McMoRan mengonfirmasi akan melakukan pengalihan tambahan porsi kepemilikan saham PTFI kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai 2042.

Baca Juga: Freeport 'Restart' Bertahap Tambang Grasberg Kuartal II-2026, Incar Pulih 85%

“FCX memperkirakan akan mempertahankan porsi kepemilikan saham sekitar 49% hingga tahun 2041 dan akan mentransfer minat tambahan di PTFI kepada badan usaha milik negara yang dimulai pada tahun 2042,” tulis manajemen dalam laporan resminya yang dikutip Jumat (23/1/2026).

Dengan skema tersebut, kepemilikan saham Freeport-McMoRan di PTFI diproyeksikan turun secara bertahap setelah 2041. Manajemen menjelaskan bahwa proses divestasi lanjutan tersebut akan mengakibatkan porsi kepemilikan FCX menyusut menjadi sekitar 37% pasca-2041.

Meski kepemilikan saham berkurang, Freeport menegaskan akan tetap mempertahankan kendali operasional tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia tersebut. Perusahaan menyatakan bahwa pengaturan tata kelola dan struktur pengelolaan yang berlaku saat ini diharapkan tetap berlanjut sepanjang umur cadangan mineral Grasberg.

Baca Juga: Produksi Freeport Indonesia Anjlok Nyaris 90% di Kuartal IV 2025

Saat ini, Freeport-McMoRan tercatat masih menggenggam 48,76% saham PTFI dan bertindak sebagai operator tambang. Sementara itu, mayoritas saham PTFI telah dimiliki Pemerintah Indonesia melalui Holding Industri Pertambangan Indonesia, PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.

Manajemen FCX menyebut divestasi tambahan menjadi bagian integral dari proses perpanjangan izin usaha pertambangan yang mencakup sisa umur cadangan Grasberg. Perusahaan berencana mengajukan aplikasi resmi perpanjangan izin tersebut pada 2026.

Perpanjangan kontrak dinilai penting bagi keberlanjutan operasi jangka panjang dan pengembangan sumber daya mineral tambahan di distrik Grasberg. Freeport menilai kawasan tersebut masih memiliki potensi signifikan untuk mendukung pasokan tembaga global dalam jangka panjang, seiring meningkatnya kebutuhan mineral untuk transisi energi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: