Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pascabencana Sumatra, Dupoin Futures Bangun Sumur Bor untuk 950 Warga di Aceh Tamiang

        Pascabencana Sumatra, Dupoin Futures Bangun Sumur Bor untuk 950 Warga di Aceh Tamiang Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Memasuki masa rehabilitasi pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, PT Dupoin Futures Indonesia membangun sumur bor di Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini sebagai bagian dari program CSR “Sumatra Disaster Relief: Clean Water for Aceh Tamiang”.

        Inisiatif ini menjangkau sekitar 300 kepala keluarga atau sekitar 950 warga yang mengalami kesulitan akses air bersih selama sekitar satu bulan pascabencana.

        Proses pembangunan dilakukan selama tiga minggu sejak pertengahan Januari, diawali dengan uji geolistrik untuk menentukan titik air, kemudian pengeboran hingga kedalaman 40-60 meter. Sumur bor tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 2.000 liter air per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

        Program ini dilaksanakan menjelang bulan Ramadan, ketika kebutuhan air bersih meningkat untuk keperluan ibadah dan aktivitas rumah tangga. Kehadiran fasilitas air bersih diharapkan dapat membantu masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan lebih layak.

        Direktur Utama PT Dupoin Futures Indonesia, Gunawan Herman, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Good Corporate Governance (GCG).

        “Kami percaya keberlanjutan bisnis harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Program ini menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana,” ujarnya.

        Kepala Dusun Desa Cinta Raja, Salam Udin, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih.

        “Selama sekitar satu bulan pascabanjir, masyarakat terpaksa menggunakan air yang tersedia, termasuk sisa air banjir, untuk kebutuhan sehari-hari. Kami sangat bersyukur atas pembangunan sumur bor ini karena kini warga dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, dan beribadah dengan lebih layak,” ujarnya.

        Pembangunan fasilitas dilakukan di area Masjid Nurul Huda agar akses air dapat dimanfaatkan secara kolektif oleh warga sekitar. Pengelolaan sumur dilakukan bersama masyarakat setempat untuk memastikan keberlanjutan penggunaan dan perawatan fasilitas dalam jangka panjang.

        Dupoin menyatakan program ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam memberikan dampak sosial yang terukur di berbagai daerah. Perusahaan menilai akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menjadi fondasi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah terdampak bencana.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: