Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Antisipasi Gejolak Ekonomi, Dupoin Futures Kenalkan Perdagangan Berjangka sebagai Alternatif Hedging di PRJ 2026

Antisipasi Gejolak Ekonomi, Dupoin Futures Kenalkan Perdagangan Berjangka sebagai Alternatif Hedging di PRJ 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, pemahaman masyarakat terhadap berbagai instrumen investasi menjadi semakin krusial. Selain saham dan aset kripto yang sudah lebih dulu populer, perdagangan berjangka (futures trading) perlahan mulai dilirik sebagai alternatif, terutama untuk melindungi nilai aset. 

Menyadari pentingnya literasi keuangan yang inklusif dan merata, edukasi langsung ke berbagai lapisan masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk memperkenalkan potensi sekaligus mitigasi risiko di industri ini.

PT Dupoin Futures Indonesia mencatat sejarah sebagai perusahaan pialang berjangka pertama yang hadir dalam ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026.

Kehadiran perusahaan di Hall C1.2 Nomor 26 Jakarta International Expo pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas literasi keuangan dan memperkenalkan industri perdagangan berjangka kepada masyarakat luas.

Direktur Utama PT Dupoin Futures Indonesia, Gunawan, mengatakan partisipasi Dupoin Futures di PRJ bukan sekadar ajang promosi, melainkan langkah strategis untuk mendekatkan industri perdagangan berjangka kepada masyarakat yang selama ini masih lebih akrab dengan instrumen investasi seperti saham dan aset kripto.

Baca Juga: Unifam Hadir di PRJ 2026 Luncurkan Inovasi Produk

"Selama ini masyarakat lebih banyak mengenal saham dan kripto, sementara perdagangan berjangka belum begitu populer. Karena itu kami hadir di PRJ untuk membuka ruang edukasi yang lebih dekat, lebih sederhana, dan mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai kalangan," kata Gunawan saat ditemui di sela kegiatan PRJ 2026.

Menurutnya, PRJ menjadi pilihan karena merupakan pameran terbesar yang telah puluhan tahun menjadi destinasi masyarakat dari berbagai latar belakang. Melalui ajang tersebut, Dupoin Futures ingin menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh edukasi mengenai perdagangan berjangka.

"Kami tidak hanya ingin bertemu dengan mereka yang sudah mengenal industri ini. Justru target kami adalah masyarakat awam yang belum memahami apa itu perdagangan berjangka. PRJ menjadi sarana yang tepat karena pengunjungnya sangat beragam, mulai dari pelajar, pekerja, hingga pelaku usaha," ujarnya.

Di booth Dupoin Futures, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti Roda Cuan Dupoin, Dupoin Match Challenge, serta sesi konsultasi Ngobrol Cuan 1-on-1 Session. Berbagai program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai perdagangan berjangka dengan pendekatan yang lebih santai dan mudah dipahami.

Gunawan menjelaskan, di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, masyarakat justru perlu memahami berbagai instrumen investasi dan perdagangan yang tersedia. Ia menilai perdagangan berjangka memiliki karakteristik yang berbeda dibanding sektor ekonomi lainnya karena banyak produk yang diperdagangkan berfungsi sebagai aset lindung nilai (hedging).

"Ketika ekonomi dunia sedang melambat atau menghadapi tekanan, tidak semua instrumen mengalami penurunan. Produk-produk di perdagangan berjangka seperti emas justru sering menjadi pilihan masyarakat untuk menjaga nilai asetnya. Karena itu penting bagi masyarakat untuk memahami bagaimana instrumen ini bekerja agar dapat mengambil keputusan yang lebih bijak," jelasnya.

Baca Juga: Jateng Diguyur Rp15 Triliun untuk Industri EV oleh Investor China

Untuk membantu masyarakat memantau perkembangan ekonomi global, Dupoin Futures juga menghadirkan teknologi yang memungkinkan pengguna memperoleh informasi pasar secara real time melalui aplikasi perusahaan.

"Dalam aplikasi Dupoin, kami menyediakan berbagai fitur analisis teknikal, indikator ekonomi, serta data pasar secara real time. Jadi cukup melalui satu aplikasi yang ada di genggaman, masyarakat dapat memantau kondisi ekonomi dan pergerakan pasar yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia," ungkap Gunawan.

Selain melakukan edukasi di PRJ, Dupoin Futures juga aktif menggelar program literasi keuangan ke berbagai daerah dan kampus di Indonesia. Menurut Gunawan, kalangan mahasiswa menjadi salah satu target utama perusahaan dalam meningkatkan pemahaman mengenai industri perdagangan berjangka.

"Kami rutin melakukan roadshow ke kampus-kampus. Bulan lalu kami hadir di Binus Alam Sutera, kemudian akan melanjutkan ke Universitas Telkom Bandung dan Perbanas Surabaya. Setelah itu kami juga berencana mengunjungi Yogyakarta dan Solo. Tujuan kami sederhana, yakni meningkatkan literasi keuangan sehingga generasi muda memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai berbagai instrumen keuangan yang legal dan teregulasi," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gunawan juga mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan legalitas perusahaan pialang sebelum melakukan transaksi. Ia menjelaskan bahwa seluruh dana nasabah dalam industri perdagangan berjangka wajib ditempatkan pada rekening segregasi yang diawasi regulator.

"Peraturan dari regulator mengharuskan dana nasabah disimpan di rekening segregasi pada bank yang telah ditunjuk. Seluruh transaksi juga harus tercatat dan dipantau melalui sistem yang diawasi lembaga terkait. Karena itu masyarakat perlu aktif mengecek dan memastikan transaksi yang dilakukan benar-benar tercatat sesuai ketentuan. Transparansi dan keamanan dana nasabah menjadi hal yang sangat penting dalam industri ini," tegasnya.

Melalui kehadiran di PRJ 2026, Dupoin Futures berharap masyarakat semakin memahami bahwa perdagangan berjangka merupakan industri yang legal, teregulasi, dan dapat dipelajari oleh siapa saja.

Perusahaan optimistis upaya edukasi yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat akan membantu meningkatkan tingkat literasi keuangan nasional sekaligus memperluas pemahaman mengenai berbagai alternatif instrumen investasi yang tersedia di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah