Dibayangi Ketidakpastian Tarif, Begini Arah Nilai Tukar Rupiah Hari Ini (23/2)
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan di Senin (23/2). Hal ini menyusul sejumlah dinamika, salah satunya adalah ketidakpastian global yang dipicu kebijakan tarif dari Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Investing.com, nilai tukar rupiah terakhir kali berada dalam level Rp16.865. Sementara indeks dolar (DXY) berada dalam level 97,789.
Baca Juga: BI Sebut Rupiah Sebenarnya Undervalued, Ini Penyebabnya
Dari Amerika Serikat, Risalah Federal Open Market Committee (FOMC) Januari menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat relatif kecil. Sikap kehati-hatian tersebut menopang stabilitas dolar sekaligus menjaga imbal hasil obligasi pemerintah dari Amerika Serikat.
Penguatan dolar juga didukung oleh sejumlah data ekonomi terbaru. Klaim pengangguran awal tercatat turun menjadi 206 Ribu di 14 Februari Selain itu, Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia meningkat ke 16,3 di Februari. Angka tersebut naik dari 12,6 di Januari.
Dari Indonesia, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan resiprokal bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US–Indonesia Alliance.
Kesepakatan tersebut mencakup sebelas nota kesepahaman (MoU), pembentukan dewan ekonomi permanen, penurunan tarif atas ribuan pos produk serta komitmen pembelian energi dan pesawat.
Indonesia menilai perjanjian ini berpotensi memperkuat keamanan, mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara serta berkontribusi pada kemakmuran global.
Namun demikian, sentimen pasar kembali terguncang menyusul pengumuman dari Supreme Court of the United States. Pengadilan memutuskan bahwa kebijakan tarif darurat tidak sah secara hukum.
Trump sendiri gusar namun alih-alih melonggarkan kebijakan, ia justru menaikkan tarif impor global menjadi 15%. Hal tersebut membuat ketidakpastian kebijakan perdagangan kembali meningkat dan membebani sentimen pasar keuangan global, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah.
Prabowo sendiri menyatakan bahwa pihaknya menghormati politik dan keputusan soal tarif dari Supreme Court of the United States. Indonesia sendiri menurutnya siap menghadapi berbagai kemungkinan.
Baca Juga: Gegara Ketidapastian Tarif, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (23/2)
Adapun investor juga akan memantau beragam perkembangan moneter domestik guna menimbang arah pergerakan ekonomi dari Indonesia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: