Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Strategi Pinkflash Pulihkan Kepercayaan Pasar di Tengah Pertumbuhan Industri Kosmetik Nasional

        Strategi Pinkflash Pulihkan Kepercayaan Pasar di Tengah Pertumbuhan Industri Kosmetik Nasional Kredit Foto: Pinkflash
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mengungkapkan bahwa industri kosmetik nasional terus mencatatkan kinerja positif.

        Sepanjang tahun 2025, pendapatan pasar kosmetik Indonesia mencapai sekitar Rp35,6 triliun dan diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,73% per tahun. 

        Segmen personal care, skincare, dan makeup menjadi kontributor dominan seiring meningkatnya kebutuhan perawatan diri dan kesadaran konsumen terhadap kualitas produk.

        Dengan tingginya tingkat konsumsi, keterbukaan informasi dan transparansi proses produksi menjadi semakin relevan dalam membangun akuntabilitas dan kredibilitas sebuah brand.

        Dalam konteks tersebut, merek kosmetik kenamaan PINKFLASH mengambil langkah proaktif untuk membangun kembali kepercayaan pasar melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

        Strategi tersebut mencakup peluncuran produksi lokal di Indonesia, penerapan PINKPromise Transparent Factory Traceability Program, serta program penukaran dan pembaharuan produk dalam skala besar.

        Baca Juga: Adopsi Teknologi Korea, Klinik Kecantikan Ini Targetkan Perluasan Jaringan Bisnis di 2026

        “Kami memahami bahwa kepercayaan konsumen adalah fondasi utama dalam industri kosmetik. Produksi lokal ini merupakan langkah strategis jangka panjang sekaligus komitmen kami untuk menghadirkan kualitas terbaik dengan sistem yang lebih transparan dan akuntabel. Setiap proses, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi, dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan,” ujar Noviana, representatif PINKFLASH Indonesia.

        Noviana menambahkan, “Melalui PINKPromise Transparent Factory Traceability Program, kami membuka akses informasi seluas-luasnya kepada konsumen sebagai bagian dari komitmen kami membangun standar industri yang lebih transparan, berkelanjutan, dan terpercaya.”

        Produksi lokal PINKFLASH secara bertahap dimulai pada 31 Januari 2026 dengan fokus awal pada kategori palette eyeshadow, dan akan diperluas dengan rencana pelokalan bertahap untuk kategori produk lainnya.

        Produksi ini menekankan keterbukaan proses manufaktur, pengujian kualitas berlapis, serta publikasi uji BPOM dan laboratorium independen pihak ketiga sebagai bentuk akuntabilitas PINKFLASH kepada publik.

        Dalam implementasinya, PINKFLASH bermitra dengan PT Aesthetic & Health Beauty, produsen kosmetik yang berdiri sejak 2006 di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

        Selain memproduksi produk makeup dan perawatan kulit, perusahaan ini juga menangani produksi untuk sejumlah merek global, termasuk L’Oréal. PT Aesthetic & Health Beauty memiliki sertifikasi CPKB tingkat A, ISO 22716, GMPC, serta sertifikasi halal, dengan sistem produksi yang memungkinkan penelusuran hingga ke batch bahan baku terkecil.

        Pengujian kualitas dilakukan melalui laboratorium internal dan laboratorium independen pihak ketiga, mencakup uji stabilitas, mikrobiologi, logam berat, serta pengujian lain sesuai standar. Informasi produksi dan hasil pengujian tetap dapat diakses konsumen melalui QR Code pada kemasan sebagai bagian dari mekanisme transparansi berkelanjutan.

        Selain pada aspek produksi, strategi pemulihan kepercayaan juga dijalankan melalui distribusi langsung kepada konsumen. Sebanyak 20.000 unit produk disalurkan melalui program penukaran gratis yang memungkinkan konsumen menukar produk PINKFLASH apapun dengan palet eyeshadow versi terbaru yang dilakukan secara bertahan di sejumlah titik ritel kosmetik.

        Baca Juga: Industri Kosmetik Nasional Terus Tumbuh, Brand Lokal Panda Lovely Resmi Buka Cabang ke-14 di Jawa Timur

        Distribusi tahap awal difokuskan di Jawa Tengah, melalui Rania Beauty di Kudus (14-18 Februari), Queen Cosmetic 2 di Pati (15-19 Februari), Aimee Beauty di Semarang (17-21 Februari), Siffa Kosmetik di Kendal (21-25 Februari), serta Najmia Beauty UNNES di Semarang (22-26 Februari).

        Tahap selanjutnya, program distribusi tersebut direncanakan akan diperluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia. Ekspansi ini menjadi bagian dari transformasi strategis jangka panjang PINKFLASH, yang tidak hanya berfokus terhadap relokasi produk, tetapi juga penguatan transparansi rantai pasok dan kualitas interaksi dengan konsumen.

        Pendekatan distribusi berbasis lokal fisik ini memungkinkan konsumen melakukan perbandingan produksi secara langsung, meningkatkan tingkat uji coba, serta mendorong penyebaran rekomendasi secara organik dan visibilitas yang lebih jelas terhadap pergerakan produk di tingkat ritel.

        Dalam rangka industri yang lebih luas, pendekatan produksi lokal yang terintegrasi dengan distribusi terukur juga mencerminkan arah baru industri kosmetik nasional. Di tengah pertumbuhan pasar yang kompetitif, akuntabilitas, keterbacaan, dan kepatuhan terhadap regulasi semakin menjadi faktor penentu dalam membangun kepercayaan publik dan keberlanjutan industri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: