Kredit Foto: WE
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengenang perjalanan panjang transformasi sistem pembayaran digital nasional yang dimulai sejak 2019. Ia menyebut, sebelum pandemi COVID-19, Indonesia belum memiliki infrastruktur pembayaran digital yang kuat seperti saat ini.
“2019, kita 10 bulan sebelum COVID, belum ada digital payment. Ingat enggak? Enggak ada QRIS, enggak ada fast payment,” ujar Perry dalam acara Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Perry menegaskan keberhasilan sistem pembayaran digital saat ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan bagian dari legacy yang ingin ditinggalkan bagi generasi mendatang. Bersama para pelaku industri sistem pembayaran, BI meluncurkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2019–2025 sebagai fondasi transformasi.
Baca Juga: Transaksi Digital RI Tembus 4,79 Miliar, QRIS Tumbuh 131%
Momen penting terjadi pada 17 Agustus 2019, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI. Saat itu, BI memproklamasikan satu bahasa layanan pembayaran digital nasional yang diberi nama Quick Response Indonesian Standard atau QRIS.
“Kita memproklamasikan satu bahasa pelayanan digital pembayaran, namanya Quick Response Indonesian Standard, namanya QRIS,” jelas Perry.
Visi yang dimulai pada 2019 tersebut kini berkembang melampaui ekspektasi awal. Jika pada tahap awal target pengguna hanya belasan juta merchant, saat ini QRIS telah digunakan oleh lebih dari 60 juta pengguna di seluruh Indonesia.
Tidak hanya di dalam negeri, QRIS juga telah merambah transaksi lintas negara. Perry memaparkan, QRIS kini sudah dapat digunakan di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang.
Baca Juga: Hore! Belanja di Korea Selatan Bisa Pakai QRIS Mulai April 2026
“Sebentar lagi sudah live di China, juga Korea Selatan. Dan kita sedang menyambungkan QRIS dengan Arab Saudi dan India. Itulah mimpi yang menjadi visi, diwujudkan melalui aksi dengan sinergi dan kolaborasi hingga akhirnya menjadi realita,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri