Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kinerja Moncer, Astra Otoparts (AUTO) Raup Laba Rp2,21 Triliun di 2025

        Kinerja Moncer, Astra Otoparts (AUTO) Raup Laba Rp2,21 Triliun di 2025 Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menutup tahun 2025 dengan capaian impresif di tengah dinamika industri otomotif nasional. Perseroan membukukan pendapatan Rp19,91 triliun, tumbuh 4,4% dibandingkan Rp19,07 triliun pada 2024. Laba bersih pun meningkat 8,4% menjadi Rp2,21 triliun dari Rp2,03 triliun.

        Kinerja tersebut menandai rekor tertinggi selama empat tahun berturut-turut sekaligus yang terbaik sepanjang sejarah berdirinya perseroan. Pertumbuhan ini ditopang oleh penetrasi pasar yang konsisten, perluasan portofolio produk, serta penguatan operasional yang berkelanjutan. 

        “Ketangguhan ini menjadi landasan bagi Perseroan untuk terus bertumbuh, tercermin dari kenaikan pendapatan dan laba bersih yang mencetak rekor baru dalam empat tahun berturut-turut dan tertinggi sepanjang sejarah Perseroan. Capaian tersebut menegaskan kekuatan fundamental Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Presiden Direktur Astra Otoparts, Hamdhani Dzulkarnaen Salim.

        Sepanjang 2025, segmen manufaktur mencatat pendapatan bersih Rp10,57 triliun, naik 4,2% secara tahunan. Kinerja ini terdorong kontribusi model kendaraan baru dari pelanggan Original Equipment Manufacturer (OEM), baik roda dua maupun roda empat, serta performa ekspor yang tetap kuat sepanjang tahun.

        Baca Juga: Laba Emiten Grup Astra (MMLP) Ambles 73,86% di 2025

        Perseroan juga terus memperkuat daya saing melalui otomasi dan digitalisasi proses produksi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Pengembangan kompetensi engineering serta kolaborasi dengan mitra strategis menjadi bagian dari strategi menjaga standar kualitas di tengah perkembangan teknologi otomotif yang semakin kompleks.

        Sementara itu, segmen perdagangan membukukan pendapatan Rp9,34 triliun, tumbuh 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini ditopang oleh penguatan pasar domestik, peluncuran produk baru, ekspansi jaringan ritel, serta kontribusi ekspor.

        Hingga akhir 2025, kinerja domestik AUTO didukung oleh jaringan distribusi mencakup 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani sekitar 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia. Jumlah gerai ritel meningkat menjadi 654 unit dari 603 unit pada tahun sebelumnya, meliputi Astra Otoservice, Super Shop & Drive, Shop & Drive, Shop & Bike, dan Motoquick.

        Untuk memperluas akses pasar, Perseroan mengembangkan platform Astra Otoshop yang melayani segmen business to business (B2B) maupun business to consumer (B2C). Melalui kanal B2C, pelanggan dapat membeli produk secara online sekaligus memanfaatkan jaringan gerai offline untuk layanan pemasangan atau penggantian.

        Baca Juga: Pendapatan Naik, Astra Agro (AALI) Kantongi Laba Rp1,47 Triliun di 2025

        Menjawab tren elektrifikasi, AUTO juga mengoperasikan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik melalui Astra Otopower. Hingga akhir 2025, tercatat 65 unit charging station beroperasi di 57 lokasi di Indonesia, mempertegas peran perseroan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.

        Dari sisi neraca, total aset AUTO tumbuh 7,5% menjadi Rp22,62 triliun. Ekuitas juga meningkat 8,8% menjadi Rp16,96 triliun. Dengan fondasi keuangan yang semakin kokoh, Perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis industri otomotif nasional maupun regional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: