Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
Harga minyak dunia melemah pada perdagangan pagi hari di Rabu (25/2). Iran menyatakan kesiapannya mengambil langkah apa pun untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS).
Harga Brent Crude ditutup turun 1,0% ke US$70,77. Sementara West Texas Intermediate (WTI) juga melemah 1,0% ke US$65,63. Pelemahan harga minyak terjadi seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik militer di Timur Tengah.
Baca Juga: Khamenei Pusing, Iran Dihadapkan Protes Mahasiswa Hingga Ancaman Serangan Amerika Serikat (AS)
AS dan Iran dipastikan akan menggelar putaran ketiga perundingan nuklir pada pekan ini di Jenewa, Swiss.
AS menuntut rivalnya untuk menghentikan program nuklirnya secara menyeluruh. Namun, Iran kembali menegaskan bahwa program nuklirnya tidak bertujuan untuk mengembangkan senjata atom.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa negaranya siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.
Sementara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dilaporkan telah menarik personel non-esensial dan anggota keluarga mereka dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beirut.
Baca Juga: Amerika Serikat (AS): China Akan Punya Lebih dari Seribu Hulu Ledak Nuklir di 2030
Investor menilai, selama tidak terjadi eskalasi baru yang dapat mengganggu jalur distribusi minyak global, harga minyak berpotensi mengalami penurunan moderat dalam beberapa pekan ke depan. Mereka terus memantau perkembangan negosiasi dari Iran-AS.
Selain faktor geopolitik, pasar juga dibayangi ketidakpastian kebijakan perdagangan dari AS. Negeri Paman Sam mulai memberlakukan tarif impor global sementara sebesar 10%. Namun ketidakpastian kembali menyerang akibat manuver dari Presiden Amerika Serikat, Donald trump.
Baca Juga: Trump Mau Luncurkan Tarif Baru, Sejumlah Komoditas Jadi Sasaran Amerika Serikat (AS)
Trump tengah mengupayakan kenaikan tarif menjadi 15%. Langkah ini memicu kebingungan dalam pasar, terutama setelah pengadilan pekan lalu membatalkan sebagian kebijakan tarif darurat yang diterapkan sebelumnya.
Baca Juga: Iran Diam-diam Borong Ribuan Rudal Rusia Senilai Hampir Rp10 Triliun
Investor kini juga menantikan rilis laporan mingguan persediaan minyak dari American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat. Keduanya akan memberikan gambaran terbaru mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan minyak global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar