Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        China 'Serang' Jepang, Mitsubishi Kini Masuk Daftar Kontrol Ekspor

        China 'Serang' Jepang, Mitsubishi Kini Masuk Daftar Kontrol Ekspor Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        China kembali melakukan tekanan ekonomi terhadap Jepang. Hal ini dilakukan dengan memasukan puluhan korporasi atau perusahaan asal negara tersebut ke dalam daftar kontrol ekspor dari Beijing.

        Dikutip dari Xinhua, Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa operator ekspor dilarang mengekspor barang penggunaan ganda (dual-use items) kepada dua puluh perusahaan dari Jepang. Salah satu perusahaan tersebut adalah Mitsubishi Heavy Industries Shipbuilding Co.

        Baca Juga: Tak Rela Iran Diserang, China Kembali Peringatkan Amerika Serikat (AS)

        Juru Bicara Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa langkah tersebut diambil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk undang-undang pengendalian ekspor serta regulasi ekspor barang penggunaan ganda.

        China mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut masuk daftar kontrol ekspor karena dinilai terlibat dalam aktivitas yang berkontribusi pada peningkatan kemampuan militer dari Jepang.

        “Tujuan kebijakan ini adalah untuk menghentikan remiliterisasi Jepang dan upayanya memiliki senjata nuklir,” kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan China.

        Beijing juga melarang organisasi dan individu di luar negeri juga dilarang mentransfer atau menyediakan barang penggunaan ganda yang berasal dari negaranya kepada entitas yang masuk dalam daftar tersebut. Seluruh aktivitas terkait yang sedang berjalan diwajibkan dihentikan segera.

        Baca Juga: Trump Ngotot Keluarkan Tarif, China Siap Ladeni Perang Dagang Amerika Serikat (AS)

        Adapun Kementerian Perdagangan China juga memasukkan dua puluh perusahaan lainnya ke dalam daftar pemantauan, termasuk Subaru Corporation. Beijing berasalan bahwa hal ini dilakukan karena penggunaan akhir dan pengguna akhir dari barang penggunaan ganda tidak dapat diverifikasi secara jelas.

        Beijing menegaskan tidak akan menyetujui ekspor apa pun yang melibatkan pengguna akhir militer, penggunaan militer atau aktivitas lain yang dinilai dapat memperkuat kapabilitas militer dari Jepang.

        China juga menekankan bahwa kebijakan tersebut hanya menyasar sejumlah kecil perusahaan Jepang dan terbatas pada barang penggunaan ganda, sehingga tidak akan memengaruhi hubungan perdagangan dan ekonomi dari China-Jepang.

        Baca Juga: Amerika Serikat (AS): China Akan Punya Lebih dari Seribu Hulu Ledak Nuklir di 2030

        “Perusahaan Jepang yang beroperasi dengan itikad baik dan mematuhi hukum tidak perlu merasa khawatir,” ungkap Juru Bicara Kementerian Perdagangan China.

        Langkah China ini berpotensi menambah ketegangan hubungan dagang dan keamanan di Asia Timur. Hubungan Beijing-Tokyo tengah menanas berbarengan meningkatnya perhatian kawasan terhadap isu pertahanan, teknologi strategis dan stabilitas geopolitik regional.

        Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mematik ketegangan dengan menyatakan pihaknya dapat meluncurkan respons militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan. 

        China bereaksi keras terhadap pernyataan tersebut. Beijing memperingatkan akan mencegah kebangkitan kembali militerisme dari Jepang.

        Baca Juga: Raksasa Eropa, Jepang dan China Berebut Proyek Hijau Danantara Indonesia

        China juga sempat memberlakukan langkah balasan ekonomi, termasuk pembatasan perjalanan ke dan pembatasan ekspor sejumlah material strategis ke Jepang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: