Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Beri Diskon Tarif Tol 30 Persen Selama Periode Mudik Lebaran 2026

        Pemerintah Beri Diskon Tarif Tol 30 Persen Selama Periode Mudik Lebaran 2026 Kredit Foto: Jasa Marga
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengumumkan pemberian diskon tarif tol sebesar 30 persen untuk menyambut Lebaran 2026. Potongan harga tersebut akan diterapkan pada periode arus mudik maupun arus balik guna meringankan beban biaya perjalanan masyarakat.

        Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengatur distribusi lalu lintas agar tidak menumpuk pada satu waktu puncak. Manajemen BPJT menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan andal bagi seluruh pengguna selama musim mudik berlangsung.

        "Diskon tarif tol sebesar 30% pada periode mudik dan balik," tulis BPJT melalui akun Instagram resminya pada Jumat (27/2/2026). Selain insentif tarif, pemerintah juga menyiagakan posko di berbagai rest area dan gerbang tol strategis untuk melayani para pemudik.

        Langkah antisipasi teknis telah disiapkan dengan menyiagakan 326 unit pompa serta pemetaan di 126 titik yang dinilai rawan banjir atau longsor. Infrastruktur pendukung seperti ambulans, mobil derek, hingga disaster relief unit (DRU) dipastikan dalam kondisi siap operasi di sepanjang jalur tol.

        BPJT akan terus melakukan koordinasi intensif dengan Kepolisian RI, BMKG, serta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memastikan kelancaran arus. Sinergi lintas lembaga ini sangat krusial mengingat adanya prediksi lonjakan pergerakan masyarakat yang cukup signifikan tahun ini.

        Baca Juga: Mudik 2026 Jadi Lebih Irit, Cek Daftar 10 Tol Fungsional yang Bisa Diakses Gratis

        Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 akan jatuh pada tanggal 18 Maret 2026 mendatang. Wilayah Jawa Tengah diperkirakan masih menjadi tujuan utama bagi mayoritas pemudik yang berasal dari area Jabodetabek.

        Berdasarkan data kementerian, total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Angka ini setara dengan 50,60 persen dari total penduduk Indonesia yang akan melakukan perjalanan ke kampung halaman.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: