Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Market Diguncang Perang Israel-Iran, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (2/3)

        Market Diguncang Perang Israel-Iran, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (2/3) Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga bitcoin kembali bergerak volatil pada perdagangan pagi hari di Senin (2/3). Hal ini terjadi menyusul  meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah pecahnya konflik dari Israel-Amerika Serikat (AS) dan Iran.

        Berdasarkan data terbaru dari Coinmarketcap, harga bitcoin pagi ini diperdagangkan dalam level sekitar US$65.000. Ia sebelumnya mengalami fluktuasi tajam seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

        Baca Juga: LPS Dorong Investor Saham dan Kripto Waspada: Penipu dan Hacker Mengintai di Indonesia

        Sentimen pasar memanas menyusul laporan kematian dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia menjadi salah satu korban dalam serangan udara yang dilancarkan oleh militer Amerika Serikat dan Israel.

        Khamenei diketahui memegang otoritas tertinggi atas kebijakan militer, luar negeri, serta program nuklir dari Iran. Berdasarkan konstitusi nega tersebut, jika pemimpin tertinggi wafat, maka kepemimpinan sementara akan dijalankan oleh dewan yang terdiri dari presiden, kepala lembaga peradilan dan seorang ulama dari Dewan Penjaga Iran.

        Adapun Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan revolusi di Iran. Ia mendorong masyarakat negara tersebut untuk menggulingkan pemerintahan yang berkuasa.

        Trump bahkan menyebut momentum ini sebagai kemungkinan satu-satunya kesempatan dalam beberapa generasi bagi mereka untuk melakukan perubahan politik di Teheran.

        Teheran sendiri masih terus meluncurkan serangan rudal ke Israel. Begitupun Israel, mereka masih melancarkan serangan ke Iran.  Ketegangan geopolitik tersebut memicu pergerakan tajam dalam berbagai pasar aset berisiko, termasuk kripto.

        Beberapa analis menilai bahwa kekosongan kepemimpinan justru bisa membuka peluang terciptanya gencatan senjata lebih cepat, sehingga memicu aliran dana kembali ke aset berisiko seperti kripto dan saham. Meski demikian, hal sebaliknya juga bisa terjadi bahkan berujung kepada perang saudara.

        Baca Juga: GoTo Tegaskan Investasi Google dan Restrukturisasi Saham Sesuai Regulasi

        Risiko lain juga membayangi pasar global. Iran berada dalam pusat kawasan yang menyumbang sekitar sepertiga ekspor minyak mentah dunia. Jika kawasan tersebut makin tidak stabil, harga minyak berpotensi melonjak. Kondisi ini dapat mendorong inflasi global naik dan memperketat kondisi keuangan, yang biasanya memberi tekanan terhadap aset berisiko termasuk kripto.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: