Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jalur Vital Minyak Ditutup, Iran Akan Bakar Setiap Kapal Lewati Selat Hormuz

        Jalur Vital Minyak Ditutup, Iran Akan Bakar Setiap Kapal Lewati Selat Hormuz Kredit Foto: Google Earth
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa pihaknya telah menutup Selat Hormuz. Ia siap menembak kapal mana pun yang mencoba melintasi jalur tersebut. Pernyataan ini menjadi ancaman paling tegas dari merka sejak eskalasi konflik dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

        Penasihat Senior komandan Garda Revolusi Iran, Ebrahim Jabari mengatakan bahwa pasukannya siap menghancurkan kapal yang mencoba menembus blokade di Selat Hormuz.

        Baca Juga: Strategi Agresif Militer Iran Membalas Kematian Ali Khamenei, Disebut Bakal 'Ngempos' di Akhir

        “Selat Hormuz sudah ditutup. Jika ada yang mencoba melintas, para pejuang dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu,” ujar Jabari, dikutip dari Reuters.

        Terbaru, sebuah kapal tanker terbakar di Selat Hormuz. Kapal tanker itu bernama Athe Nova. Ia dihantam dua drone karena dicurigai bekerja sama dengan Amerika Serikat.

        Adapun Selat Hormuz merupakan jalur ekspor minyak paling vital di dunia. Selat ini menjadi penghubung dunia dengan produsen minyak utama dalam kawasan seperti Arab Saudi, Iran, Irak dan Uni Emirat Arab.

        20% konsumsi minyak harian dunia melewati jalur sempit ini yang lebarnya bisa sekitar 33 Km. Penutupan jalur tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi global dan mendorong lonjakan harga minyak.

        Penutupan Selat Hormuz selama ini menjadi ancaman yang kerap disampaikan setiap kali adanya ketegangan antara Israel dan Iran. Namun kali ini ancaman tersebut direalisasikan di tengah konflik terbuka dengan Washington dan Tel Aviv.

        Baca Juga: Rusia: Negosiasi Pengembangan Nuklir Iran Hanyalah Kedok Trump

        Diketahui, Penutupan Selat Hormuz dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Operasi tersebut disebut menargetkan kepemimpinan dan fasilitas militer dari Teheran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: