Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menlu Sugiono Perintahkan Evakuasi Bertahap WNI di Iran, 329 Orang Tercatat di Teheran

        Menlu Sugiono Perintahkan Evakuasi Bertahap WNI di Iran, 329 Orang Tercatat di Teheran Kredit Foto: Dok. BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Konflik yang terus membara di Iran memaksa Indonesia bergerak cepat. Menteri Luar Negeri Sugiono memerintahkan Duta Besar RI untuk Iran Rolliansyah Soemirat agar segera memulai langkah evakuasi warga negara Indonesia, setelah situasi keamanan di Teheran dinilai semakin tidak terprediksi pascaserangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

        "Di tengah eskalasi yang semakin meningkat, tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada Dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera, jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi," kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

        Berdasarkan data terakhir KBRI Teheran, terdapat 329 WNI yang tercatat berada di Iran, dengan enam di antaranya kini berada di dalam kompleks kedutaan setelah asrama tempat mereka bekerja atau sekolah dikosongkan.

        Dari total itu, tidak semua menyatakan keinginan untuk dipulangkan sebagian memilih bertahan, terutama mereka yang bermukim di kota-kota yang dinilai relatif lebih aman.

        "Perlu diketahui, dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak, tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi, tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut," kata Sugiono.

        Langkah evakuasi ini bukan diambil dari kondisi nol. Status keamanan Siaga 1 untuk Iran telah diberlakukan Kemlu RI sejak Juni 2025 dan hingga kini masih tetap berlaku, dengan seluruh rencana kontingensi termasuk berbagai opsi jalur evakuasi telah disiapsiagakan.

        Situasi di Teheran digambarkan masih sangat dinamis, dampak serangan militer bahkan disebut masih terlihat dan terasa dari lingkungan KBRI sendiri.

        Dubes Rolliansyah menegaskan KBRI tidak dapat memaksakan standar perlindungan kepada setiap WNI yang masih memilih tinggal. Ia menyampaikan bahwa KBRI belum dapat memprediksi perkembangan situasi dalam waktu dekat, termasuk kemungkinan berlanjutnya serangan, namun memastikan kedutaan selalu dalam kondisi siaga penuh untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

        WNI yang belum melapor, terutama anak buah kapal yang kerap tidak terdata diminta segera menghubungi KBRI melalui website maupun aplikasi resmi.

        Di luar urusan evakuasi, Sugiono mengungkapkan ia telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Dalam komunikasi itu, Indonesia menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan yang berujung pada eskalasi konflik, sekaligus menegaskan kembali prinsip penghormatan terhadap kedaulatan wilayah dan pentingnya kembali ke meja perundingan.

        Forum diplomatik itu juga menjadi saluran untuk menyampaikan niat politik Presiden Prabowo Subianto secara langsung.

        Baca Juga: RI Tak Perlu Khawatir Jika Minyak Dunia Naik Imbas Perang AS-Iran, Purbaya Bilang Begini

        "Kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima," kata Sugiono.

        Tawaran mediasi itu muncul di tengah kekosongan kepemimpinan global yang semakin terasa, sementara mekanisme multilateral gagal menghadirkan tekanan yang cukup untuk menghentikan laju konflik. Presiden Prabowo sendiri, kata Sugiono, menegaskan Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi dari eskalasi ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: