Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Virus Mematikan Bersumber dari Tikus Tewaskan 3 Orang, WHO Beri Penjelasa

Virus Mematikan Bersumber dari Tikus Tewaskan 3 Orang, WHO Beri Penjelasa Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi tengah berkoordinasi untuk menangani wabah hantavirus mematikan yang teridentifikasi di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. Hingga Senin (4/5), wabah mematikan ini dilaporkan telah merenggut tiga nyawa.

Pejabat Sementara Direktur Kesiapan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, menyampaikan bahwa pihaknya mencatat ada enam dugaan kasus infeksi hantavirus di kapal tersebut.

Selain tiga korban meninggal dunia, satu pasien saat ini tengah berjuang dan dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) di Afrika Selatan. Sementara itu, dua pasien lainnya masih berada di atas kapal dan tengah menunggu proses evakuasi medis darurat.

"Kapal pesiar yang mengangkut sekitar 150 penumpang dan awak tersebut saat ini berada di lepas pantai Tanjung Verde (Cape Verde). Kami bersama otoritas Tanjung Verde, pemerintah Belanda, serta pihak operator kapal sedang mengatur proses evakuasi dua pasien tersebut ke Belanda," jelas Van Kerkhove kepada wartawan.

Hingga saat ini, belum ada laporan penambahan kasus bergejala yang baru. Meski demikian, WHO menegaskan bahwa situasi di lapangan masih berada dalam pemantauan ketat.

Sebagai langkah antisipasi, tim medis dari Tanjung Verde telah diterjunkan langsung ke kapal untuk memberikan bantuan medis darurat.

Seluruh penumpang juga telah diinstruksikan untuk mengisolasi diri dan tetap berada di dalam kabin masing-masing selama proses disinfeksi serta pengendalian virus dilakukan.

WHO tidak hanya fokus pada penanganan pasien, tetapi juga tengah melakukan investigasi epidemiologi secara menyeluruh. Langkah ini mencakup pelacakan sumber paparan virus, penelusuran kontak erat (contact tracing), hingga pengujian sampel laboratorium.

Meskipun wabah ini telah memakan korban jiwa, Van Kerkhove mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Ia menegaskan bahwa berdasarkan informasi awal dan riwayat wabah sebelumnya, risiko ancaman kesehatan masyarakat secara global akibat insiden ini masih dinilai rendah.

Sebagai informasi, hantavirus adalah kelompok virus berbahaya yang dibawa dan disebarkan oleh hewan pengerat (seperti tikus).

Manusia dapat terinfeksi virus ini melalui paparan atau kontak langsung dengan urine, kotoran, maupun air liur hewan yang terinfeksi. Risiko pandemi dari virus ini relatif kecil karena kasus penularan hantavirus antarmanusia sangat jarang terjadi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat