Permintaan Pinjaman Masyarakat Melejit Jelang Lebaran, AFPI Imbau Pindar Lebih Hati-hati
Kredit Foto: Cita Auliana
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memproyeksikan penyaluran pembiayaan industri pinjaman daring (pindar) melonjak signifikan pada momentum Ramadan hingga Idulfitri 2026, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, mengatakan permintaan pembiayaan berpotensi meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan normal.
“Karena permintaan pasti bisa double dibanding bulan-bulan biasa,” kata Entjik di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Meski demikian, ia mengimbau seluruh anggota AFPI untuk tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit.
Entjik menegaskan, strategi utama industri tetap mengedepankan sikap konservatif di tengah tantangan ekonomi 2026 yang dinilai masih cukup tinggi.
Baca Juga: Kredit Macet Pinjol Naik Tajam, AFPI Ungkap Biang Keroknya
Baca Juga: AFPI dan KrediOne Dorong Perlindungan Konsumen Pinjaman Daring
Baca Juga: Outstanding Pindar Tembus Rp98,54 Triliun per Januari 2026
“Sehingga kita juga harus melakukan pengetatan pada seluruh analisis kelayakan kredit, terutama credit scoring-nya. Karena ke depan kondisi ekonomi masih belum stabil,” tambahnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding pembiayaan industri pindar tumbuh 25,52 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp98,54 triliun per Januari 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri