Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pembiayaan Akulaku Tembus Rp7,44 Triliun Ditopang BNPL

        Pembiayaan Akulaku Tembus Rp7,44 Triliun Ditopang BNPL Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Akulaku Finance Indonesia mencatat produk Buy Now Pay Later (BNPL) menjadi kontributor utama dalam portofolio pembiayaan sepanjang 2025. Porsinya tercatat mencapai sekitar 89% dari total pembiayaan yang disalurkan, seiring pembiayaan baru sebesar Rp7,44 triliun atau meningkat 23% secara tahunan dibandingkan 2024.

        Dominasi produk BNPL tersebut turut mendorong kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang 2025, Akulaku membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) sebesar Rp108 miliar atau meningkat 66% dibandingkan tahun buku sebelumnya.

        Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, mengatakan pertumbuhan pembiayaan perusahaan masih ditopang oleh tingginya pemanfaatan layanan BNPL oleh masyarakat, terutama untuk kebutuhan konsumsi harian.

        "Kinerja 2025 menunjukkan bahwa kami mampu bertumbuh kuat dengan profitabilitas yang semakin sehat dan kualitas aset yang tetap terjaga. Memasuki 2026, kami akan melangkah lebih progresif dengan strategi ekspansi yang adaptif," ujarnya dalam acara Media Gathering & Iftar Akulaku Finance Indonesia di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

        Hingga saat ini, produk BNPL masih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, untuk mengetahui kecenderungan belanja masyarakat pada momentum Ramadan dan Lebaran, Perry mengatakan perlu menunggu hingga periode tersebut berakhir.

        "Ini kan Ramadan belum berakhir nih. Tunggu akhir Maret selesai nanti," katanya.

        Baca Juga: Akulaku PayLater Kini Hadir di Seluruh Transmart, Belanja Makin Fleksibel

        Baca Juga: Belanja Lebaran Pakai Paylater? Pakar Bilang Jangan

        Baca Juga: Tren Pay Later Perbankan Makin DIgandrungi, OJK Catat Kredit Tembus Rp27,1 Triliun

        Secara demografi, Perry menjelaskan pengguna layanan BNPL perusahaan masih didominasi oleh laki-laki.

        "Kalau kebutuhannya memang masih banyak buat kebutuhan sehari-hari. Masih didominasi itu. Kalau yang paling banyak gunain, itu pria 55% dan wanita 45%," tuturnya.

        Di tengah pertumbuhan bisnis tersebut, kualitas pembiayaan perusahaan tetap terjaga. Hingga akhir 2025, rasio non-performing financing (NPF) net perusahaan tercatat sebesar 1,1%. Perusahaan menyebut capaian ini didukung oleh penguatan sistem underwriting, pemantauan portofolio yang lebih ketat, serta peningkatan kapasitas penagihan (collection).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: