- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
PGEO Tuntaskan Pemipaan Sumur Produksi Kamojang, Tambah Kapasitas 23,8 MW
Kredit Foto: Pertamina
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Area Kamojang kembali mencatatkan pencapaian penting dalam pengembangan energi panas bumi. Perseroan berhasil merampungkan proyek pemipaan dari sumur produksi KMJ-19.5 dan KMJ-30.3, yang berdampak langsung pada peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang sebesar 23,8 megawatt (MW).
Penyelesaian proyek ini semakin memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis panas bumi di kawasan Kamojang dan wilayah Jawa Barat. Saat ini, kompleks PLTP Kamojang memiliki total kapasitas terpasang 235 MW yang berasal dari lima unit pembangkit.
Dengan infrastruktur pemipaan yang semakin optimal, operasional pembangkit dapat berjalan lebih efisien sekaligus menjaga stabilitas pasokan listrik. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan dalam memaksimalkan potensi panas bumi serta memastikan kinerja operasional pembangkit tetap andal.
“Setiap peningkatan pasokan uap panas bumi memperkuat kontribusi energi baru dan terbarukan (EBT) terhadap bauran energi nasional. Selama ini, PLTP Kamojang telah memasok listrik untuk lebih dari 260.000 rumah tangga selama 24 jam sehari tanpa bergantung pada sinar matahari, cuaca, maupun bahan bakar fosil," ujar General Manager PGE Area Kamojang I Made Budi Kesuma Adi Putra dalam keterangan yang diterima, Jumat (6/3).
Baca Juga: PGE Jajaki Pasar Global, Flow2Max Siap Dipasang di Lapangan EDC Filipina
Keberhasilan proyek tersebut menegaskan peran Kamojang sebagai salah satu tulang punggung produksi listrik panas bumi nasional. Hingga September 2025, produksi listrik dari wilayah ini telah mencapai 1.326 gigawatt hour (GWh), menjadikannya yang tertinggi di antara seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola PGEO.
Selain menghasilkan listrik, operasional PLTP Kamojang juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon. Operasi pembangkit ini mampu menekan emisi hingga 1,22 juta ton CO₂ per tahun, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission pada 2060.
"Dengan rampungnya proyek pemipaan ini, kami semakin semangat dalam menyediakan pasokan energi bersih yang andal bagi masyarakat Kamojang dan Jawa Barat, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” tambah I Made Budi Kesuma.
Baca Juga: Optimalkan Potensi WKP Lahendong, PGE Perkuat Sinergi dengan Selandia Baru
Di sisi lain, PGEO juga tengah mengoptimalkan pemanfaatan uap dari sumur-sumur bertekanan rendah di Kamojang. Proyek ini memiliki kapasitas tambahan sekitar 5 MW dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Tak hanya fokus di Kamojang, PGEO juga terus memperluas kapasitas pembangkit panas bumi di berbagai wilayah Indonesia melalui sejumlah proyek strategis. Dalam jangka panjang, perusahaan menargetkan kapasitas terpasang mencapai 3 gigawatt (GW) yang berasal dari 10 wilayah kerja panas bumi (WKP) yang saat ini dikelola.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: