Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bapanas Klaim Harga Pangan Melandai di Pertengahan Ramadan, Cabai hingga Bawang Turun

        Bapanas Klaim Harga Pangan Melandai di Pertengahan Ramadan, Cabai hingga Bawang Turun Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan mulai menunjukkan hasil menjelang pertengahan Ramadan. Sejumlah komoditas pokok terpantau mulai bergerak stabil bahkan cenderung turun, sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan lebih tenang tanpa menekan kesejahteraan produsen pangan.

        Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa kondisi harga pangan saat ini masih relatif aman. Menurutnya, beberapa komoditas strategis bahkan mulai menunjukkan tren penurunan.

        "Aku sudah cek tadi, masih relatif stabil. Ada naik daging ayam ras. Itu yang agak menguat sedikit, sesuai rapat inflasi. Relatif aman," ucap Amran dalam keterangan pers, dikutip Minggu (8/3).

        Ia menilai kenaikan tipis pada sebagian komoditas tidak selalu menjadi sinyal negatif. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut justru penting untuk menjaga keseimbangan pasar agar produsen tetap memperoleh keuntungan yang layak, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

        "Sudahlah kalau naik 0,6 persen, sayangilah juga peternak kita sedikit, supaya dia dapat baju lebaran. (Jadi) cabai rawit turun. Cabai merah, turun. Tadi bawang merah juga. Bawang putih juga turun," tambah Kepala Bapanas Amran.

        Baca Juga: Ketahanan Pangan Indonesia Aman 10 Bulan ke Depan, Bulog Diproyeksi Tembus 5 Juta Ton dalam Dua Bulan

        Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu keempat Februari memperlihatkan harga daging ayam ras secara nasional berada di rata-rata Rp41.013 per kilogram. Angka ini sedikit di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen yang dipatok Rp40.000 per kilogram.

        Meski demikian, tren penurunan harga masih terjadi di banyak daerah. BPS mencatat terdapat 84 kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH untuk komoditas daging ayam ras.

        Penurunan juga terjadi pada komoditas hortikultura lain, yakni cabai rawit di 79 kabupaten/kota, cabai merah di 128 kabupaten/kota, bawang putih di 147 kabupaten/kota, serta bawang merah di 227 kabupaten/kota.

        Kondisi tersebut juga tercermin di lapangan. Berdasarkan pemantauan Bapanas di Pasar Johar pada Jumat (6/3/2026), harga beberapa komoditas pangan mulai menunjukkan penurunan dalam beberapa hari terakhir.

        Nia, pedagang sayuran di pasar tersebut, mengatakan harga cabai dan bawang kini lebih bersahabat dibandingkan sebelumnya.

        "Cabai keriting Rp 35.000 per kilogram. Kalau ini (cabai rawit) Rp 100.000. Ini sudah lumayan turun. Aku belanja langsung ke Kopo. Kalau sayuran kan harus segar terus. Bawang putih sekarang Rp 36.000. Bawang sudah turun. Kalau bawang merah di Kopo Rp 32.000, sekarang aku jual Rp 35.000," urai Nia.

        Di pasar yang sama, harga daging sapi juga relatif stabil. Karna, pedagang daging sapi, menyebut harga daging sapi lokal saat ini berada di kisaran Rp140.000 per kilogram.

        "Daging sapi lokal sekarang Rp 140.000 per kg. Sapinya ini dari Jawa. Beli hidup. Kalau dari yang impor Rp 55.000 per kg (sapi hidup dari feedlotter). Kalau sapi lokal dari Jawa sekitar Rp 53.000. (Tantangannya) persentasenya belum masuk kalau lokal, jadi dagingnya sedikit," ungkap Karna.

        Selain komoditas segar, pemerintah juga memastikan ketersediaan pangan strategis melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Di Pasar Johar Karawang, masyarakat masih dapat dengan mudah menemukan beras SPHP dan minyak goreng rakyat Minyakita.

        Perum Perum Bulog memasok beras SPHP ke sekitar enam toko di pasar tersebut. Menurut Siti, salah satu pedagang mitra Bulog, permintaan produk tersebut cukup tinggi selama Ramadan.

        Baca Juga: Soal Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Ancam Segel Distributor Nakal Selama Ramadan 2026

        "(Beras SPHP) per kampil Rp60.000. Lumayan peminatnya. Kalau Minyakita, alhamdulillah laku keras karena bulan Puasa kan banyak yang masak goreng-gorengan," tutur Siti.

        Dari sisi makro, inflasi pangan juga masih terjaga. Komponen volatile food pada Februari 2026 tercatat 2,50 persen secara bulanan (month to month) dengan kontribusi 0,41 persen terhadap inflasi umum bulanan. Sementara secara tahunan, inflasi pangan berada di level 4,64 persen, masih dalam rentang target pemerintah sebesar 3–5 persen.

        Jika dibandingkan dengan Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya, kondisi tahun ini juga tergolong lebih stabil. Inflasi pangan tahunan saat Ramadan tercatat 5,48 persen pada 2022, meningkat menjadi 5,83 persen pada 2023, bahkan sempat melonjak hingga 10,33 persen pada Ramadan 2024.

        Capaian tersebut menjadi indikasi bahwa daya beli masyarakat masih terjaga. Pemerintah pun menegaskan akan terus memantau dinamika harga pangan agar tetap berada dalam koridor kewajaran sesuai ketentuan harga yang telah ditetapkan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: