Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jurus Bapanas Redam Gejolak Harga pada Musim Kemarau: Injeksi 1 Juta Ton Beras ke Pasar

Jurus Bapanas Redam Gejolak Harga pada Musim Kemarau: Injeksi 1 Juta Ton Beras ke Pasar Kredit Foto: Antara/Fransisco Carolio
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah menyiapkan tambahan bantuan pangan berupa beras sebanyak satu juta ton untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketahanan pangan masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan tambahan bantuan pangan tersebut akan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan.

"Melihat juga nanti akan masuk musim kemarau dan melihat perkembangan terakhir, agar harga-harga sembako tidak boleh naik dalam situasi apa pun. Arahan Bapak Presiden, tidak boleh membuat masyarakat jadi susah. Oleh karena itu bantuan beras atau bantuan pangan kita tambah tiga bulan," ujar Zulkifli Hasan, dikutip dari keterangan pers Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu (10/6/2026).

Program tersebut akan menyasar sekitar 33,2 juta KPM di seluruh Indonesia. Setiap penerima akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan. Dengan skema tersebut, total kebutuhan beras diperkirakan mencapai sekitar satu juta ton.

"Sebanyak tiga kali, atau untuk tiga bulan, sepuluh kilo kali 33.244.000. Jadi kurang lebih satu juta ton. Ini agar hampir 34 juta masyarakat kita yang paling rentan tidak terdampak oleh perubahan kurs atau perubahan apa pun," tambah Zulkifli Hasan.

Bapanas menyatakan siap melaksanakan kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional dan melindungi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan penyaluran tambahan bantuan pangan dijadwalkan mulai berlangsung pada Juli 2026.

"Badan Pangan Nasional tentu mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan masyarakat. Bantuan pangan menjadi bagian dari upaya memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap terlindungi," ujar Ketut.

Baca Juga: Dukung Petani, Zulhas Pangkas 145 Aturan Pupuk Jadi 3

Baca Juga: Zulhas Targetkan Proyek Sampah Menjadi Listrik di 25 Lokasi Rampung Mei 2028

Di sisi lain, pemerintah terus mempercepat realisasi penyaluran bantuan pangan periode sebelumnya guna menghindari penumpukan stok. Hingga awal Juni 2026, penyaluran bantuan telah mencapai sekitar 413,3 ribu ton beras dan 82,6 ribu kiloliter minyak goreng.

Tambahan bantuan pangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kebijakan pemerintah untuk menjaga kondisi pangan nasional melalui pengelolaan cadangan pangan pemerintah, stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta intervensi terhadap komoditas pangan strategis.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri