Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        NYDIG: Meski Sering Ikuti Saham, Investasi Bitcoin (BTC) Tetap Efektif Jadi Diversifikasi Portofolio

        NYDIG: Meski Sering Ikuti Saham, Investasi Bitcoin (BTC) Tetap Efektif Jadi Diversifikasi Portofolio Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pergerakan harga bitcoin yang belakangan sering mengikuti arah pasar saham dari Amerika Serikat (AS). Namun hal tersebut tidak serta merta menghilangkan peran aset kripto tersebut sebagai instrumen diversifikasi portofolio.

        NYDIG Head of Research, Greg Cipolaro mengatakan korelasi antara bitcoin dan indeks saham memang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa indeks yang menunjukkan korelasi tersebut antara lain S&P 500 dan Nasdaq 100.

        Baca Juga: Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (9/3): Tertekan Dolar hingga Minyak

        Kenaikan korelasi ini membuat sebagian pelaku pasar menilai bitcoin kini bergerak seperti saham teknologi. Namun Cipolaro menilai pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

        Menurutnya, meskipun korelasi saat ini berada dalam kisaran 0,5, secara statistik hal itu berarti hanya sekitar 25% pergerakan harga bitcoin yang dipengaruhi oleh faktor pasar saham. Sementara sekitar 75% sisanya ditentukan oleh faktor unik dalam ekosistem kripto.

        Beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan bitcoin secara independen antara lain arus dana ke produk investasi berbasis bitcoin, perubahan posisi dalam pasar derivatif kripto, tingkat adopsi jaringan blockchain dan perkembangan regulasi industri kripto.

        Menurut Cipolaro, keselarasan pergerakan antara bitcoin dan saham kemungkinan lebih dipengaruhi oleh kondisi makro global saat ini. Baik bitcoin maupun saham berbasis pertumbuhan sama-sama sensitif terhadap likuiditas pasar dan selera risiko investor.

        Cipolaro juga menilai bitcoin tetap memiliki karakteristik berbeda dibanding aset tradisional seperti saham.

        “Perbedaan tersebut mendukung peran bitcoin sebagai instrumen diversifikasi portofolio,” ungkapnya.

        Ia menambahkan bahwa nilai bitcoin berasal dari jaringan global yang terdesentralisasi, netral secara politik, serta memiliki karakteristik teknis dan ekonomi seperti kelangkaan digital dan kemampuan transfer nilai tanpa sensor.

        Baca Juga: Perang Iran-Israel Memanas, Australia Evakuasi Keluarga Diplomat dari Timur Tengah

        Karakteristik tersebut membuat bitcoin dapat beroperasi secara independen dari pemerintah, institusi keuangan, maupun otoritas moneter mana pun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: