Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Adapundi Salurkan Mesin Jahit hingga Perlengkapan Sekolah untuk Yayasan Difabel di Bintaro

        Adapundi Salurkan Mesin Jahit hingga Perlengkapan Sekolah untuk Yayasan Difabel di Bintaro Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, PT Info Tekno Siaga (Adapundi), perusahaan teknologi finansial berbasis P2P lending, kembali menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Pundi Kebaikan Ramadan". Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026 ini menyalurkan bantuan kepada anak-anak difabel di Yayasan Sayap Ibu (YSI) Bintaro, Tangerang Selatan.

        Inisiatif tahunan ini tidak sekadar menjadi agenda sosial rutin, tetapi juga merefleksikan positioning Adapundi sebagai perusahaan fintech yang mengintegrasikan pertumbuhan bisnis dengan dampak sosial yang terukur. 

        Pemilihan anak-anak difabel sebagai penerima manfaat didasari pada keprihatinan terhadap masih terbatasnya akses kelompok difabel terhadap dukungan sosial, pendidikan, dan layanan kesehatan.

        Berdasarkan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regosek) 2023, terdapat sekitar 4,3 juta penyandang difabel dengan kategori sedang hingga berat di Indonesia. Kondisi ini menjadi semakin kompleks bagi anak-anak difabel yang hidup tanpa dukungan keluarga.

        Achmad Indrawan, Direktur Utama Adapundi, menegaskan bahwa program CSR Ramadan ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan filantropi, melainkan sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.

        "Sebagai perusahaan fintech, kami percaya pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kontribusi sosial yang nyata. Melalui Pundi Kebaikan Ramadan, Adapundi ingin menunjukkan bahwa industri fintech juga dapat mengambil peran aktif dalam mendorong inklusivitas sosial, khususnya bagi anak-anak difabel yang masih membutuhkan dukungan lebih luas dari berbagai pihak," ujar Achmad Indrawan dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

        Keterlibatan sektor P2P lending dalam isu difabel masih relatif terbatas, sehingga melalui program CSR ini Adapundi ingin mengambil peran aktif sekaligus mendorong standar tanggung jawab sosial yang lebih tinggi di industri.

        Dalam implementasi program ini, Adapundi menggandeng Yayasan Sayap Ibu yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu yayasan tertua di Indonesia. Didirikan pada 25 Mei 1955 oleh Sulistina Sutomo, istri Pahlawan Nasional Bung Tomo, semangat yayasan ini kemudian diperluas oleh Johanna Sunarti Nasution (istri Jenderal Besar AH Nasution) hingga merintis berdirinya Yayasan Sayap Ibu Cabang Jakarta (Bintaro) pada 1 Oktober 2005.

        Berbeda dengan panti asuhan pada umumnya, YSI Bintaro mengambil peran dalam merawat anak-anak dengan disabilitas ganda (multi-disabilitas) seperti Hydrocephalus, Cerebral Palsy, hingga Down Syndrome. 

        Salah satu pencapaian monumental yayasan ini adalah berdirinya Sekolah Khusus Sayap Ibu, institusi pendidikan pertama di Provinsi Banten yang didedikasikan khusus bagi penyandang multi-disabilitas.

        Di sekolah tersebut, keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk berkarya. Para siswa diberdayakan melalui pelatihan keterampilan (vokasional) yang menghasilkan produk bernilai ekonomi, seperti produk kriya (tasbih, keset, dan strap handphone) serta produk perawatan diri (abun, hand-cream, dan cushion).

        Dalam pelaksanaan program CSR ini, Adapundi menyalurkan bantuan berupa dua unit mesin jahit untuk mendukung pelatihan keterampilan dan kemandirian, serta alat-alat tulis kantor (ATK) untuk mendukung operasional yayasan.

        Renowati Hardjosubroto, Sekretaris dan Kepala Bidang Pengembangan dan Pelayanan Masyarakat Yayasan Sayap Ibu Bintaro, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan.

        "Kami mengapresiasi dukungan Adapundi yang tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kebersamaan bagi anak-anak difabel di yayasan kami. Bantuan dan dukungan dari Adapundi sangat penting untuk memperluas kesempatan anak-anak kami memperoleh layanan, keterampilan, dan harapan untuk masa depan yang lebih mandiri," ungkap Renowati.

        Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan aktivitas kebersamaan seperti buka puasa bersama seluruh staf dan anak-anak yayasan, serta kegiatan mewarnai tas ransel. Kegiatan ini melibatkan perwakilan karyawan Adapundi sebagai bagian dari employee engagement sekaligus memperkuat nilai empati dalam budaya perusahaan.

        Adapundi menegaskan bahwa program CSR ini bukanlah kegiatan sekali waktu, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung inklusivitas sosial. Ke depan, perusahaan berencana terus mengembangkan berbagai program CSR dan inisiatif sosial lainnya, serta memperluas kolaborasi dengan lembaga-lembaga sosial guna menciptakan dampak yang berkelanjutan.

        Melalui "Pundi Kebaikan Ramadan", Adapundi berharap dapat menginspirasi lebih banyak pelaku industri, khususnya di sektor fintech, untuk turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok difabel yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses terhadap dukungan sosial dan ekonomi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: