Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Stok BBM Aman 21 Hari, ESDM Minta Tidak Panic Buying Jelang Lebaran 2026

        Stok BBM Aman 21 Hari, ESDM Minta Tidak Panic Buying Jelang Lebaran 2026 Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga minyak mentah berjangka menyentuh $111 per barel pada Senin (9/3/2026) tertinggi sejak Juli 2022 tapi pemerintah sudah memutuskan harga BBM bersubsidi tidak akan naik menjelang Lebaran 2026, apa pun yang terjadi di pasar global.

        Keputusan itu datang langsung dari arahan Presiden, disampaikan Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia di Jakarta hari yang sama.

        Angka 111 dollar sudah jauh melampaui asumsi Indonesian Crude Price dalam APBN 2026 yang dipatok 70 dollar, selisih yang harus ditanggung negara setiap kali satu liter BBM bersubsidi keluar dari pompa.

        Tapi untuk saat ini, pemerintah memilih menahan beban itu ketimbang mengalihkannya ke masyarakat di tengah bulan Ramadan.

        Soal ketersediaan, Dwi menegaskan stok tidak perlu dikhawatirkan. Cadangan BBM dan LPG nasional berada di atas 21 hari cadangan operasional, diisi terus dari dua sumber yaitu produksi dalam negeri dan impor dari berbagai negara.

        "Sebagai analogi, seperti kita memiliki toren air di rumah. Air digunakan setiap hari, tetapi setiap hari juga ada pengisian kembali," ujar Dwi dikutip dari ANTARA.

        Yang justru bisa mengganggu distribusi bukan kondisi stok melainkan perilaku pembelian masyarakat sendiri. Pemerintah secara khusus meminta agar tidak ada panic buying, karena lonjakan permintaan mendadak di satu titik distribusi bisa memicu antrean dan kelangkaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

        "Stok BBM nasional berada di atas standar minimum, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan panic buying," kata Dwi.

        Baca Juga: Tunggu Evaluasi Satu Bulan, Pemerintah Tahan Kenaikan Harga BBM di Tengah Volatilitas

        Pemerintah untuk saat ini hanya menegaskan satu hal, fokus utamanya adalah memastikan Ramadan dan Lebaran tahun ini berjalan tanpa guncangan di sektor energi.

        "Tentu pemerintah akan terus melakukan pemantauan. Yang jelas, fokus utama saat ini adalah memastikan ketahanan energi nasional tetap aman sehingga masyarakat bisa menjalankan Ramadhan dan Lebaran dengan tenang," ujar Dwi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: