Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (11/3): Isu Minyak Reda, Pasar Lega
Kredit Foto: Kliring Berjangka Indonesia
Harga bitcoin kembali menguat pada perdagangan pagi hari di Rabu (11/3) Kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global mulai mereda dan mendukung kenaikan aset kripto.
Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin sempat naik kembali hingga mendekati US$71.000. Hal ini terjadi seiring membaiknya sentimen risiko di pasar keuangan global.
Baca Juga: NYDIG: Meski Sering Ikuti Saham, Investasi Bitcoin (BTC) Tetap Efektif Jadi Diversifikasi Portofolio
CEO Tesseract Group, James Harris mengatakan pergerakan harga bitcoin belakangan ini menunjukkan ketahanan meskipun kondisi makroekonomi global masih bergejolak.
Ia menyoroti bagaimana harga bitcoin sempat turun ke area US$60.000. Meski demikian, aset kripto tersebut berhasil pulih meski pasar aset berisiko lainnya masih tertekan akibat ketidakpastian geopolitik.
Harris menilai arus dana investasi ke produk bitcoin spot masih cukup kuat dan membantu menopang harga.
Selain itu, proses deleveraging atau pengurangan posisi leverage yang terjadi awal bulan ini juga dianggap membantu membersihkan posisi spekulatif berlebihan di pasar derivatif kripto.
Kombinasi sentimen yang sempat melemah, berkurangnya leverage, serta adanya dukungan harga membuat bitcoin dinilai sedang memasuki fase pembentukan dasar harga. Namun, Harris mengingatkan pasar kripto masih rentan terhadap tekanan.
“Jika dukungan gagal bertahan, kita bisa melihat penurunan lagi. Namun untuk saat ini kami tetap berhati-hati optimistis terhadap bitcoin,” ujarnya.
Adapun International Energy Agency mengumumkan rencana menggelar pertemuan darurat dengan negara-negara anggotanya untuk mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak strategis guna menjaga stabilitas pasokan energi dunia.
Baca Juga: Investor Waspada, Penurunan Harga Bitcoin (BTC) Bisa Jadi Tanda Krisis Akibat AI
Pergerakan harga bitcoin dalam beberapa waktu terakhir juga dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk konflik geopolitik, volatilitas harga energi serta kebijakan suku bunga bank sentral yang berdampak pada aset berisiko.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: