BSI Institute Spill Tiga Pilar Ekonomi Syariah Dorong Ekonomi Nasional
Kredit Foto: Azka Elfriza
Ekonomi syariah di Indonesia dinilai semakin berperan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian nasional melalui tiga pilar utama, yakni sektor keuangan syariah, sektor riil melalui industri halal, serta pembiayaan sosial seperti zakat dan infak.
Head of BSI Institute, Luqyan Tamanni, mengatakan pemetaan ekosistem ekonomi syariah tersebut telah dilakukan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
“Yang pertama saya ingin sampaikan ini dari KNEKS, sebenarnya sudah memetakan bahwa ekonomi syariah ini kita bisa melihat ada tiga pilar utama. Yang pertama di sisi financial sector, kemudian sektor riil, yang ketiga dari sisi social finance; ada commercial finance, halal industry, dan social finance,” ujar Luqyan dalam acara Webinar Asuransi Syariah & Ekosistem Perekonomian Syariah, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, hingga 2025 ketiga pilar tersebut telah menunjukkan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional dan memiliki kapasitas untuk terus berkembang.
“As per 2025, masing-masing pilar ini sebenarnya sudah punya kontribusi dan sudah punya kapasitas yang menurut saya cukup memadai untuk bisa dikatakan sebagai pemain penting dalam perekonomian nasional,” kata Luqyan.
Dari sisi ekonomi, sektor keuangan syariah dinilai masih menjadi kontributor terbesar dalam ekosistem ekonomi syariah dengan nilai yang diperkirakan mencapai sekitar Rp3.000 triliun.
Sementara itu, sektor pembiayaan sosial melalui zakat dan infak juga mulai menunjukkan kontribusi yang signifikan, meskipun potensi penghimpunannya dinilai masih jauh lebih besar dibandingkan realisasi saat ini.
“Memang yang terbesar masih di keuangan syariah Rp3.000 triliun, kemudian zakat infak sekitar Rp50 triliun, meskipun potensinya lebih dari Rp50 triliun tersebut,” ujar Luqyan.
Di sisi lain, sektor riil melalui industri halal juga memiliki skala ekonomi yang cukup besar. Konsumsi produk halal di pasar domestik Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp4.000 triliun, sementara pasar ekspornya terus menunjukkan perkembangan positif.
“Kemudian kalau kita lihat industri halal memang cukup besar, meskipun dominasinya masih di pasar domestik Rp4.000 triliun. Pasar ekspor luar biasa sudah berkembang cukup baik. Mungkin akan mendekati Rp1.500 triliun, bahkan bisa mencapai Rp2.000 triliun dalam dua tahun ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Pasar Halal Rp4.000 Triliun, Indonesia Jadi Incaran Produsen Global
Baca Juga: Industri Halal Indonesia Tumbuh Meski Geopolitik Memanas
Baca Juga: Airlangga Tegaskan Produk Halal Wajib dalam Perjanjian Dagang RI-AS
Hingga kini, BSI Institute terus memantau perkembangan industri halal dan sektor ekonomi syariah guna melihat dampaknya terhadap berbagai sektor industri di dalam negeri.
“Kami sendiri di BSI Institute juga sudah mengukur dampak kepada berbagai sektor industri di tanah air, termasuk industri halal,” kata Luqyan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: