Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melontarkan ancaman tersirat terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menciptakan kondisi yang memungkinkan penggulingan rezim tersebut di Teheran.
Netanyahu menyatakan tidak akan memberikan jaminan keselamatan bagi para pemimpin dari Iran. Ia menyebut pemerintahan negara tersebut saat ini dipimpin oleh organisasi teroris.
Baca Juga: Konflik Iran-Amerika Serikat: Mojtaba Khamenei Desak Timur Tengah Tutup Pangkalan Militer AS
“Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk para pemimpin organisasi teroris mana pun,” kata Netanyahu, dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak akan memaparkan secara rinci rencana militernya terhadap kepemimpinan dari Iran. Namun Teheran menurutnya sudah kehilangan sebagian besar kekuatan militernya setelah hampir dua pekan serangan udara intensif yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Israel menegaskan bahwa tujuan utama operasi militernya adalah menghentikan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir dan rudal balistik dari Iran. Netanyahu juga berharap tekanan militer tersebut dapat mendorong adanya penggulingan rezim dari Khamenei di Iran.
“Kami menciptakan kondisi terbaik untuk menjatuhkan rezim tersebut, tetapi saya tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa rakyat lokal akan menggulingkannya. Sebuah rezim biasanya runtuh dari dalam,” kata Netanyahu.
Di Teheran sendiri, beberapa warga sebelumnya dilaporkan merayakan kematian dari Eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ia sebelumnya dikritik keras karena aparat keamanannya menewaskan ribuan demonstran dalam gelombang protes anti-pemerintah beberapa waktu lalu.
Namun sejak perang dimulai, belum ada tanda-tanda protes besar meskipun sejumlah pihak di berharap konflik tersebut dapat memicu perubahan politik di negara tersebut.
Sebaliknya, Iran justru lebih telihat memberikan dukungan kuat terhadap pemimpin tertinggi baru mereka, Mojtaba Khamenei. Media setempat melaporkan massa dalam jumlah besar yang berkumpul dalam berbagai wilayah dan kota untuk memberikan dukungan ke Mojtaba.
Pemerintah Amerika Serikat pernah menjatuhkan sanksi terhadap Mojtaba di 2019. Washington menuduhnya menjalankan fungsi resmi pemimpin tertinggi meski tidak pernah dipilih atau ditunjuk secara formal dalam struktur pemerintahan.
Baca Juga: Jatuh Saat Perang Iran, Amerika Serikat Berupaya Selamatkan Kru Pesawatnya di Irak Barat
Pemilihan Mojtaba dinilai merupakan upaya mengirim pesan kuat bahwa kepemimpinan negara tersebut tidak melihat ruang kompromi setelah serangan dari Israel dan AS.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: