Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Emiten Afiliasi Kaesang (PMMP) Jual Aset Anak Usaha Rp135 Miliar, Ada Apa?

        Emiten Afiliasi Kaesang (PMMP) Jual Aset Anak Usaha Rp135 Miliar, Ada Apa? Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Emiten terafiliasi Kaesang Pangarep, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) mengumumkan penjualan sebagian aset milik anak usahanya, PT Tri Mitra Makmur (TMM) kepada PT Nusantara Seafood Adhikarya (Nusea), yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan. Nilai transaksi Rp135 miliar atau setara USD7.943.512,80 dengan asumsi kurs Rp16.995 per dolar AS. 

        Aset yang dilepas merupakan fasilitas produksi TMM1, TMM2, dan TMM4 yang berlokasi di Jalan Wonokoyo RT 002 RW 003 Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Properti tersebut berdiri di atas lahan seluas 66.835 meter persegi.

        Di dalam area tersebut terdapat 23 bangunan, antara lain kantor, pabrik, ruang mesin, ruang ganti dan toilet, laboratorium, poliklinik, rumah genset, gudang, ruang mesin, pos jaga, serta musholla. Selain bangunan, aset yang dialihkan juga mencakup mesin-mesin produksi dan berbagai sarana pendukung operasional.

        Nilai transaksi tersebut mencapai lebih dari 10% atau sekitar 15,42% dari ekuitas negatif Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Paul Hadiwinata, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan nomor laporan 00042/2.1133/AU.1/04/1152-1/1/I/2026 tanggal 29 Januari 2026.

        Dalam laporan tersebut, ekuitas Perseroan tercatat sebesar -USD51.504.058. Oleh karena itu, transaksi ini masuk dalam kategori transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020 Pasal 3 ayat (3).

        Manajemen menjelaskan bahwa penjualan aset ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjalankan operasional dengan lebih efisien.

        Baca Juga: Rugi Rp1,9 Triliun, Bos PMMP Ungkap Pesanan AS-Jepang Jadi Penopang Bisnis

        Sejumlah langkah efisiensi telah dilakukan, mulai dari rasionalisasi karyawan, penonaktifan beberapa fasilitas pabrik yang tidak terpakai, hingga restrukturisasi utang guna menekan biaya bunga dan memberikan fleksibilitas waktu pembayaran.

        Adapun penyesuaian ini dipicu oleh melemahnya permintaan dari pasar Amerika Serikat sejak awal 2024, yang membuat perusahaan harus menyesuaikan kapasitas produksi.

        Secara keseluruhan, Perseroan memiliki 2 fasilitas produksi di Tarakan, Kalimantan Utara, serta 7 fasilitas pabrik di Situbondo, Jawa Timur. Dari tujuh fasilitas di Situbondo tersebut, empat di antaranya dimiliki oleh perusahaan anak.

        "Pada awal tahun 2025 Perseroan mulai menonaktifkan beberapa plant yang tidak terpakai. Plant yang tidak terpakai hal ini dikarenakan produksi Perseroan dipusatkan pada Plant yang kapasitasnya paling besar dan bisa memproduksi semua item produk. Penonaktifan ini bertujuan untuk mengurangi biaya operasional seperti listrik, pemeliharaan dan lain sebagainya," terang manajemen. 

        Baca Juga: Laporan Keuangan Disclaimer, Emiten Afiliasi Kaesang (PMMP) Beri Penjelasan

        Selain itu, proses restrukturisasi utang juga menjadi faktor penting di balik keputusan penjualan aset.

        "Dalam proses pengajuan restrukturisasi, salah satu debitur bank dari Perusahaan anak meminta untuk penjualan sebagian asset yang menjadi jaminan. Setelah beberapa kali diskusi dengan pihak perbankan dan akhirnya dengan pertimbangan untuk menurunkan biaya bunga dan pelunasan sebagian pokok, maka Perseroan memutuskan untuk melakukan penjualan asset tanah, bangunan, mesin dan sarana produksi yang ada di TMM 1, TMM 2, dan TMM 4," kata manajemen.

        "Pembayaran atas transaksi dilakukan secara tunai dan sekaligus langsung dari rekening pembeli ke rekening pembayaran pinjaman milik PT Bank Central Asia. Pembayaran yang diterima digunakan seluruhnya untuk pelunasan sebagian pokok pinjaman di Bank BCA," imbuhnya. 

        Manajemen menilai langkah ini akan berdampak positif bagi efisiensi keuangan perusahaan.

        "Transaksi Perseroan ini akan berdampak pada penurunan biaya bunga serta biaya operasional yang lebih efisien. Manajemen berpendapat bahwa transaksi ini tidak akan mempengaruhi pendapatan Perseroan karena untuk memenuhi pesanan pembelian dari pelanggan saat ini, barang produksi bisa dikerjakan dari plant lain yang masih aktif," ujar manajemen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: