Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tahan Defisit 3%, Purbaya Instruksikan K/L Siapkan Pemotongan Anggaran

        Tahan Defisit 3%, Purbaya Instruksikan K/L Siapkan Pemotongan Anggaran Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah menjaga batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di level 3% dari produk domestik bruto (PDB).

        Purbaya meminta kementerian dan lembaga (K/L) segera menyiapkan skema pemotongan anggaran, termasuk menunda program tambahan, sebagai langkah efisiensi menghadapi kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah.

        Ini disampaikannya usai menghadiri rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).

        "Kita sudah mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan oleh K/L nanti. Mereka sudah kita suruh siapkan, kita minta siapkan, berapa persen anggarannya dipotong. Kan ada beberapa program tambahan, anggaran tambahan-tambahan yang membuatnya gelembung sekali," ucap Purbaya, dikutip Selasa (17/3).

        "Dengan anggaran sekarang, yang pertama kita fokus ke yang ada saja, program tambahan kita tunda dulu sampai keadaan memungkinkan, sekarang jelas nggak mungkin. Jadi kita fokus ke anggaran yang ada, maksimalkan anggaran yang ada," tambahnya.

        Namun pemotongan anggaran K/L belum tentu dieksekusi. Kebijakan ini akan disesuaikan berdasarkan hasil perhitungan dan kebutuhan efisiensi.

        "Nanti kita mungkin dalam seminggu ke depan Kementerian Keuangan akan menentukan langkah awal bagi mereka untuk siap-siap ngitung, tetapi belum tentu eksekusi ya. Kalau mau dipotong yang mana yang mau dipotong, kira-kira gitu. Nanti mereka adjust kebijakannya berdasarkan potongan," pungkas Purbaya.

        Baca Juga: Atasi Dampak Konflik Timur Tengah, Prabowo Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan DPR

        Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi APBN masih cukup aman. Namun, jika harga minyak melonjak tinggi dan berlangsung dalam waktu lama, maka pemerintah akan melakukan perhitungan ulang.

        "Itu kan belum kelihatan sekarang, belum stabil. Jadi kita belum lihat sampai sekarang, tapi rasanya sih anggaran cukup bertahan, kecuali naiknya tinggi sekali ya,"pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: