Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Demi Hemat Energi, Pemerintah Kaji Opsi Pembelajaran Daring Mulai April 2026

        Demi Hemat Energi, Pemerintah Kaji Opsi Pembelajaran Daring Mulai April 2026 Kredit Foto: Antara/Teguh Prihatna
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah sedang menyusun strategi penghematan energi di sektor pendidikan yang mencakup penyesuaian metode pembelajaran daring dan luring. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menekan konsumsi energi nasional mulai April 2026.

        Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan bahwa kebijakan ini akan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran. Pemerintah memastikan bahwa perubahan pola belajar ini tidak akan mengurangi kualitas pendidikan bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

        "Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas," ujar Menko Pratikno di Jakarta pada Selasa (17/3/2026).

        Ia menegaskan bahwa pengalaman pengaturan mobilitas masa pandemi menjadi referensi utama dalam merumuskan kebijakan ini.

        Kegiatan pembelajaran yang bersifat praktikum tetap diarahkan berlangsung secara tatap muka atau luring. Penyesuaian metode daring hanya akan diterapkan pada materi pelajaran yang dinilai efektif disampaikan secara jarak jauh.

        Pemerintah juga sedang mengkaji opsi skema pembiayaan alternatif guna mendukung akses internet bagi siswa jika pembelajaran daring diterapkan secara luas. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat hak belajar anak sekolah di berbagai daerah.

        Isu strategis lain yang muncul adalah penyesuaian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa. Pemerintah perlu merumuskan pola distribusi baru apabila terjadi perubahan jadwal kehadiran siswa di sekolah akibat kebijakan hemat energi ini.

        "Koordinasi lintas kementerian menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif," kata Menko Pratikno.

        Sinergi ini melibatkan Kemendikdasmen, Kemdiktisaintek, hingga Kementerian Agama untuk menyelaraskan kalender pendidikan nasional.

        Hasil koordinasi teknis ini akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat. Laporan tersebut mencakup rekomendasi langkah penghematan serta mitigasi dampak bagi sektor pendidikan dan kebudayaan.

        Baca Juga: Semarak Ramadan Kemenko Perekonomian Lancar, Pemerintah Terapkan WFA bagi ASN Jelang Idulfitri

        Penerapan pembelajaran daring secara selektif dinilai mampu menekan mobilitas harian yang berdampak langsung pada penghematan penggunaan BBM. Pemerintah berkomitmen tetap mengutamakan kenyamanan siswa dan guru dalam menjalankan proses belajar mengajar.

        Kebijakan penghematan energi lintas sektor ini direncanakan mulai berlaku efektif pada bulan depan. Masyarakat diharapkan dapat beradaptasi dengan pola baru ini guna mendukung ketahanan energi nasional di tengah gejolak global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: