Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jubir PDIP Menyebut Ada Orkestrasi dan Provokasi untuk Menyerang Prabowo Saat Mengkritik Manuver Politik Jokowi-Gibran

Jubir PDIP Menyebut Ada Orkestrasi dan Provokasi untuk Menyerang Prabowo Saat Mengkritik Manuver Politik Jokowi-Gibran Kredit Foto: Instagram/Mohamad Guntur Romli
Warta Ekonomi, Jakarta -

Juru Bicara dari PDI Perjuangan Guntur Romli menyebut para pendukung Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka disinyalir gencar melayangkan provokasi terstruktur yang memintanya agar turut mengalihkan sasaran kritik mereka kepada Presiden Prabowo Subianto.

Guntur menilai ada indikasi gerakan ini diorkestrasi dan tidak organik karena kerap diprovokasi dan mengaku kerap mendapatkan serangan komentar bernada seragam setiap kali mengkritisi kebijakan atau rekam jejak Jokowi dan Gibran.

"Setiap saya kritik Gibran dan Jokowi, para pendukungnya langsung provokasi murahan melalui komen-komen," kata Guntur.

Ia menambahkan, pola komentar yang masuk memiliki narasi yang serentak dan serupa, di antaranya seperti: "Serang Prabowo dong, berani nggak?!”, “Cuma berani kritik Jokowi, pengecut!”, hingga "Gibran cuma wapres, presidennya serang dong!".

Melihat keseragaman pola tersebut, ia meyakini bahwa fenomena ini bukanlah respons alami dari netizen biasa, melainkan sebuah gerakan yang digerakkan oleh pihak tertentu.

"Serentak loh. Ini sudah ada orkestrasi dan order (pesanan). Bukan organik," pungkasnya.

Guntur menilain akun-akun pendukung (buzzer/influencer) Jokowi dan Gibran sengaja menggunakan taktik mengumpan kritikus agar menyerang Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk menggeser sorotan negatif dari Jokowi dan Gibran kepada pemerintah saat ini.

"Pembicara menilai sangat janggal jika akun-akun tersebut kompak meminta Presiden Prabowo yang dikritik. Hal ini memperkuat dugaan adanya instruksi atau order tertentu di belakang layar demi menjaga citra Gibran sebagai Wakil Presiden," tambahnya.

Guntur menegaskan bahwa dirinya tidak akan terjebak dalam provokasi tersebut. Kritik, menurutnya, akan tetap disampaikan berdasarkan penilaian terhadap kebijakan dan kinerja, bukan karena dorongan dari pihak tertentu di media sosial.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat