Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Analis Sebut Perang Darat Iran-AS Bisa Jadi Penentu Nasib Harga Emas Dunia

        Analis Sebut Perang Darat Iran-AS Bisa Jadi Penentu Nasib Harga Emas Dunia Kredit Foto: PT Kisa Mulia Abadi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga emas dunia mengalami tekanan signifikan pada penutupan perdagangan Sabtu di level US$4.497 per troy ons. Penurunan ini turut menyeret harga logam mulia di pasar domestik yang ditutup melemah ke level Rp2.893.000 per gram.

        Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, secara teknikal pergerakan emas pada awal pekan depan diperkirakan masih akan dibayangi potensi koreksi lanjutan. Level support terdekat berada di US$4.423 per troy ons dan dapat mendorong harga logam mulia domestik turun ke sekitar Rp2.840.000 per gram.

        Baca Juga: Harga Emas Antam Mandek di Level Rp2.893.000 per Gram pada Hari Lebaran Idulfitri

        Jika tekanan berlanjut, support berikutnya diproyeksikan berada di kisaran US$4.319 per troy ons, dengan implikasi penurunan harga logam mulia hingga Rp2.800.000 per gram. Skenario ini berpotensi terjadi apabila sentimen global tetap negatif dan nilai tukar rupiah mengalami penguatan terbatas.

        "Itu seandainya dalam perdagangan di Minggu depan ini mengalami koreksi terhadap harga mas dunia kemudian rupiahnya menguat berbatas," ujar Ibrahim dalam pernyataannya kepada wartawan, Minggu (21/3/2026).

        Lebih lanjut, Ibrahim melihat bahwa peluang penguatan kendepan masih terbuka. Jika harga emas berhasil rebound, level resistance pertama berada di US$4.559,86 per troy ons. Pada skenario ini, harga logam mulia domestik diperkirakan dapat naik ke kisaran Rp2.920.000 per gram dalam waktu satu pekan.

        Sementara itu, resistance lanjutan berada di level US$4.681,50 per troy ons, yang berpotensi mendorong harga emas domestik mendekati Rp2.980.000 per gram. 

        "Saya masih optimis bahwa harga emas dunia logam mulia ini akan kembali menguat tinggal menunggu momentum saja," ungkap Ibrahim.

        Ibrahim menambahkan saat ini pelaku pasar global cenderung mengambil sikap wait and see terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya potensi pecahnya perang darat yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

        Baca Juga: Usai Lebaran, Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Dipatok Rp2 Jutaan per Gram

        Jika skenario perang darat benar-benar terjadi dan Iran mengalami kekalahan, maka harga emas berpotensi melemah. Sebaliknya, jika Iran mampu unggul dalam konflik tersebut, pasar diperkirakan akan merespons dengan lonjakan harga emas yang signifikan.

        "Ini yang sebenarnya sedang ditunggu oleh pasar banyak pengamat yang mengatakan bahwa jalan satu-satunya untuk mengangkat harga emas dunia ya itu adalah perang darat," kata dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: