Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tekanan Industri Gim Kian Berat, Epic Games PHK 1.000 Lebih Karyawan

        Tekanan Industri Gim Kian Berat, Epic Games PHK 1.000 Lebih Karyawan Kredit Foto: Unsplash/Joshua Hoehne
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Epic Games melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.000 karyawan atau sekitar 20% dari total tenaga kerja.

        Hal ini dilakukan sebagai langkah efisiensi setelah pendapatan tak lagi sejalan dengan biaya operasional, dipicu penurunan gim Fortnite serta tekanan industri gim global yang semakin kompetitif.

        Keputusan ini diumumkan langsung oleh CEO sekaligus pendiri Epic Games Tim Sweeney, yang menyebut perusahaan harus melakukan penghematan besar untuk menjaga stabilitas keuangan.

        “Hari ini kami melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 1000 karyawan Epic."

        "Saya menyesal kami harus melakukan ini lagi."

        "Penurunan keterlibatan pemain Fortnite yang dimulai pada tahun 2025 berarti kami menghabiskan jauh lebih banyak daripada yang kami hasilkan."

        "Dan kami harus melakukan pemotongan besar-besaran untuk menjaga pendanaan perusahaan,” tutur Sweeney dalam pengumuman resmi di laman Epic Games, dikutip pada Rabu (25/3/2026).

        Selain PHK, Epic juga melakukan penghematan lebih dari US$500 juta atau sekitar Rp8,45 triliun dari kontrak, pemasaran, serta pengurangan posisi kosong.

        Sweeney menegaskan, keputusan ini tidak berkaitan dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI), melainkan murni akibat tekanan bisnis yang semakin berat.

        “Karena ini sudah menjadi isu, saya perlu mencatat PHK ini tidak terkait dengan AI."

        "Sejauh hal itu meningkatkan produktivitas, kami ingin memiliki sebanyak mungkin pengembang hebat yang mengembangkan konten dan teknologi berkualitas tinggi," ujarnya.

        Secara industri, Epic menilai perlambatan pertumbuhan, melemahnya daya beli, serta meningkatnya persaingan menjadi faktor utama.

        Bahkan, gim kini harus bersaing dengan media sosial dan berbagai bentuk hiburan digital lain dalam merebut perhatian pengguna.

        Di sisi internal, Epic juga menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi konten Fortnite setiap musim, serta masih berada pada tahap awal untuk kembali mengoptimalkan platform mobile setelah konflik dengan Apple dan Google terkait sistem pembayaran aplikasi.

        “Kondisi pasar saat ini adalah yang paling ekstrem yang pernah kita lihat sejak masa-masa awal itu, dengan gejolak besar di industri yang disertai dengan peluang besar bagi perusahaan yang muncul,” tambahnya.

        Setelah PHK ini, jumlah karyawan Epic tersisa sekitar 4.000 orang.

        Pada 2023, perusahaan juga telah memangkas 830 karyawan atau sekitar 16% dari total tenaga kerja saat itu.

        Meski harus merelakan banyak talenta, Epic memastikan karyawan terdampak akan menerima kompensasi.

        Baca Juga: Lebih dari 30% Persen Siswa SMA Kecanduan Gim, Komdigi Luncurkan DARA

        Kompensasi yang diberikan berupa pesangon minimal empat bulan gaji pokok, perpanjangan asuransi kesehatan, serta percepatan vesting saham.

        Langkah ini mencerminkan tekanan yang semakin nyata di industri gim global, di mana perusahaan harus beradaptasi cepat untuk bertahan di tengah perubahan perilaku konsumen dan dinamika pasar digital. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: