Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba Emiten RS Hermina (HEAL) Turun 19% di 2025 Meski Pendapatan Naik, Ini Pemicunya

        Laba Emiten RS Hermina (HEAL) Turun 19% di 2025 Meski Pendapatan Naik, Ini Pemicunya Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) membukukan kinerja yang cukup kontras sepanjang 2025. Di satu sisi, pendapatan masih mencatat pertumbuhan, namun di sisi lain laba bersih justru mengalami penurunan.

        Per 31 Desember 2025, laba bersih emiten rumah sakit Hermina ini tercatat sebesar Rp429,54 miliar, turun 19,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp535,94 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar juga ikut menyusut menjadi Rp28,40 dari sebelumnya Rp36,11.

        Padahal, dari sisi top line, kinerja masih menunjukkan tren positif. Pendapatan bersih HEAL naik 6,19 persen menjadi Rp7,13 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,71 triliun.

        Kontribusi terbesar datang dari layanan rawat inap sebesar Rp4,31 triliun, disusul rawat jalan Rp2,59 triliun, serta segmen non rumah sakit Rp213,71 miliar.

        Secara geografis, Pulau Jawa masih menjadi penyumbang utama dengan pendapatan Rp6,1 triliun. Sementara itu, wilayah Sumatera berkontribusi Rp672,84 miliar, serta Kalimantan dan Sulawesi sebesar Rp542,33 miliar. 

        Di balik kenaikan pendapatan tersebut, tekanan biaya menjadi faktor utama yang menggerus profitabilitas. Beban pokok penjualan dan pendapatan meningkat menjadi Rp4,71 triliun dari sebelumnya Rp4,28 triliun. Dampaknya, laba kotor sedikit turun menjadi Rp2,41 triliun dari Rp2,43 triliun.

        Baca Juga: Pendapatan MNC Kapital (BCAP) Tembus Rp3,8 Triliun di 2025, Laba Loncat 130%

        Baca Juga: Pendapatan Susut, Laba Emiten Grup Sinarmas (DSSA) Terpangkas 25% di 2025

        Tak hanya itu, beban usaha juga naik menjadi Rp1,47 triliun dari Rp1,39 triliun, sementara penghasilan lain-lain turun menjadi Rp25,68 miliar dari Rp28,02 miliar. Kondisi ini membuat laba usaha ikut tertekan ke level Rp967,04 miliar, dibandingkan sebelumnya Rp1,05 triliun.

        Meski laba tergerus, posisi neraca Perseroan menunjukkan penguatan. Total aset meningkat menjadi Rp11,88 triliun dari Rp10,57 triliun. Di saat yang sama, liabilitas sedikit turun menjadi Rp4,67 triliun dari Rp4,71 triliun, sementara ekuitas melonjak ke Rp7,2 triliun dari Rp5,86 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: