Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia, Ferdinan Hutahaean, menekankan pentingnya percepatan konversi energi berbasis listrik, baik di sektor rumah tangga maupun transportasi.
"Konversi ke kompor listrik perlu segera dilakukan karena dapat menekan konsumsi LPG sekaligus memanfaatkan kelebihan pasokan listrik nasional. Kalau kompor gas beralih ke listrik, kelebihan daya bisa terserap dan beban subsidi berkurang,” ujarnya.
Ferdinan menyebut, konversi satu juta rumah tangga berpotensi menghemat jutaan tabung LPG per bulan serta menekan subsidi hingga ratusan miliar rupiah.
Jika dilakukan secara masif hingga puluhan juta rumah tangga, penghematannya dinilai akan semakin signifikan.
Selain di sektor rumah tangga, penggunaan kendaraan listrik juga perlu terus didorong. “Kendaraan listrik dapat menjadi solusi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak sekaligus meningkatkan efisiensi energi,” katanya.
Karena itu, Ferdinan mendorong pemerintah memperkuat insentif bagi kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat, agar adopsinya semakin luas di masyarakat.
Menurutnya, energi listrik memiliki keunggulan karena dapat diproduksi dari berbagai sumber, sehingga lebih berkelanjutan dibandingkan energi fosil yang semakin menipis.
“Energi listrik akan terus tersedia, berbeda dengan energi fosil yang pasti akan habis. Karena itu, kebijakan harus diarahkan agar masyarakat beralih ke listrik,” katanya.
Ferdinan menegaskan, percepatan elektrifikasi di sektor rumah tangga dan transportasi menjadi langkah penting untuk menekan subsidi energi, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
“Kalau tidak ada perubahan kebijakan, subsidi akan terus membengkak dan risiko terhadap ekonomi semakin besar,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: