Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kompor Listrik Dinilai Jadi Solusi Hemat di Tengah Tantangan Energi Global

Kompor Listrik Dinilai Jadi Solusi Hemat di Tengah Tantangan Energi Global Kredit Foto: Djati Waluyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kompor listrik atau kompor induksi dinilai menjadi solusi hemat bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil di tengah meningkatnya tantangan energi global dan fluktuasi harga gas.

Salah satu pengguna kompor induksi, Andi Arif, mengatakan penggunaan kompor listrik membantu menekan biaya operasional rumah tangga.

Ia menyebut kenaikan tagihan listrik bulanannya hanya sekitar Rp30.000 setelah beralih dari kompor gas ke kompor listrik.

Menurut Andi, investasi awal penggunaan kompor listrik juga lebih ekonomis dalam jangka panjang. Selain harga gas yang fluktuatif, pengguna tidak lagi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli atau mengisi ulang tabung gas.

"Kalau dibandingkan dengan biaya isi ulang gas yang terus naik, tambahan listrik sekitar Rp30.000 per bulan masih lebih kompetitif,” ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan pelaku UMKM katering rumahan, Siti Sarah (45). Ia mengaku penggunaan kompor induksi membuat biaya produksi usahanya lebih stabil dan efisien dibandingkan saat masih menggunakan LPG.

“Sejak pakai kompor listrik, pengeluaran untuk energi masak jadi lebih stabil dan murah. Sisa uangnya bisa dipakai untuk tambahan modal bahan baku. Masaknya juga lebih cepat dan bersih, jadi saya bisa terima lebih banyak pesanan,” kata Siti.

Sementara itu, ibu rumah tangga Hevy Prasmawati (31) menilai kompor listrik memberikan panas yang lebih stabil dan merata sehingga hasil masakan lebih presisi.

Ia juga mengapresiasi fitur pintar yang tersedia, seperti mode otomatis untuk menggoreng hingga mengukus, yang dinilai lebih aman dan praktis digunakan di rumah.

Menurut Hevy, penggunaan alat masak berbahan komposit khusus induksi juga membantu meningkatkan efisiensi. Meski kompor memiliki daya sekitar 1.300 watt, proses memasak yang lebih cepat membuat konsumsi listrik tetap terkendali.

Dengan berbagai kemudahan dan efisiensi biaya tersebut, penggunaan kompor listrik kini dinilai bukan sekadar tren, tetapi menjadi langkah strategis untuk menjaga pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan efisiensi usaha kecil di tengah ketidakpastian harga energi global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat