Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Respons Cepat Presiden Prabowo Tingkatkan Kepercayaan Investor Jepang dan Korea

        Respons Cepat Presiden Prabowo Tingkatkan Kepercayaan Investor Jepang dan Korea Kredit Foto: Dok. BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa rangkaian kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Jepang dan Republik Korea berlangsung sangat produktif. Tak hanya itu, kunjungan tersebut juga berhasil meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia. 

        Berbicara kepada awak media usai menghadiri forum “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth” di Seoul pada Rabu, 1 April 2026, Rosan menyebutkan bahwa keterlibatan langsung Presiden Prabowo dalam berdialog dengan pelaku usaha menjadi faktor kunci yang mendorong respons positif dari dunia usaha.

        “Mereka bisa menyampaikan langsung ke Bapak Presiden inputnya, kemudian feedback-nya, dan juga apa kendala-kendalanya yang memang mereka ada di Indonesia dan Bapak Presiden sangat responsif dan sangat terbuka. Dan ini sangat-sangat direspons positif oleh dunia usaha,” ujar Rosan, dikutip dari siaran pers, Kamis (2/4).

        Ia menjelaskan, selama kunjungan tersebut, pemerintah Indonesia melakukan berbagai pertemuan strategis dengan pelaku industri besar. Di Jepang, forum bisnis dihadiri lebih dari 300 pengusaha, disertai pertemuan terbatas dengan 12 perusahaan besar. Sementara di Republik Korea, dilakukan pertemuan intensif dengan 11 perusahaan besar.

        Rosan menambahkan, di tengah ketidakpastian geopolitik global, minat investasi dari Jepang dan Korea terhadap Indonesia justru terus meningkat. Secara rata-rata, investasi Korea tumbuh sekitar 14 persen per tahun, sementara Jepang sekitar 8–9 persen per tahun.

        Lebih lanjut, Rosan mengungkapkan bahwa kehadiran Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia turut meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi bersama (co-investment). Saat ini, pemerintah tengah menindaklanjuti rencana investasi bersama dengan sejumlah perusahaan besar, termasuk Lotte Chemical dan POSCO.

        “Kami memang dalam proses menindaklanjuti untuk investasi bersama-sama dengan Lotte Chemical dan juga dengan POSCO dengan nilai investasinya kurang lebih itu bersama-sama bisa mencapai 6 miliar dolar Amerika,” ungkapnya.

        Rosan juga menyoroti bahwa banyak investor yang telah beroperasi di Indonesia kini justru berkomitmen untuk memperluas investasinya ke tahap berikutnya, misalnya KCC Glass, POSCO dan beberapa perusahaan lain yang akan masuk ke fase kedua. Menurut Rosan, kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi merupakan salah satu faktor utama yang diakui oleh investor sebagai fondasi penting dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang.

        “Karena itu adalah modal utama dari setiap investasi yang merupakan long term commitment kepada Indonesia. Dan ini juga diakui oleh mereka semua sehingga investasi yang masuk itu mereka malah menyampaikan untuk yang fase kedua,” jelasnya.

        Ia pun menegaskan bahwa pemerintah akan terus menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dicapai agar segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

        Baca Juga: Kerja Sama RI-Korsel Menguat, Kunjungan Presiden Prabowo Hasilkan Investasi Rp173 Triliun

        Baca Juga: Presiden Prabowo Saksikan Pertukaran 10 MoU RI–Republik Korea, Perkuat Kemitraan Strategis

        “Kami meyakini ke depannya investasi yang masuk ke Indonesia ini akan terus berkembang, dan memberikan, kembali lagi yang Pak Presiden sampaikan, manfaat untuk kita semua,” tandasnya.

        Rangkaian kunjungan ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi investasi strategis di kawasan, sekaligus menunjukkan efektivitas diplomasi ekonomi Presiden Prabowo dalam menarik investasi berkualitas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: