Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hubungan Menghangat, Amerika Serikat Longgarkan Sanksi ke Venezuela

        Hubungan Menghangat, Amerika Serikat Longgarkan Sanksi ke Venezuela Kredit Foto: Reuters/Jonathan Ernst
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat resmi mencabut sanksi terhadap Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodríguez. Hal ini menandai perubahan signifikan dalam hubungan dari Washington dan Caracas.

        Rodríguez mengatakan bahwa manuver tersebut merupakan sebuah langkah menuju normalisasi hubungan dari Amerika Serikat dan Venezuela. Washington dengan hal itu juga memperkuat pengakuannya terhadap pemerintahan dari Rodríguez di Veneuzela.

        "Ini adalah langkah ke arah normalisasi dan penguatan hubungan antara negara kita," kata Rodriguez.

        Rodriguez juga mengatakan bahwa keputusan tersebut membuka peluang bagi pemerintah untuk mengakses kembali aset di luar negeri, membuka kembali hubungan diplomatik dan enjalin kerja sama dengan perusahaan dari Amerika Serikat.

        "Kami percaya bahwa kemajuan ini akan memungkinkan pencabutan sanksi yang saat ini diberlakukan terhadap negara kami, sehingga memungkinkan pembangunan dan penjaminan agenda kerja sama bilateral yang efektif untuk kepentingan rakyat kita," katanya.

        Pencabutan sanksi juga berpotensi memungkinkan pemerintah mengambil alih kendali atas aset penting di luar negeri, termasuk anak usaha perusahaan minyak negara mereka di Amerika Serikat, Citgo Petroleum.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya juga telah meningkatkan keterlibatan dengan Caracas. Hal itu dilakukan dengan beragam manuver, termasuk melalui kunjungan pejabat tinggi dan pembicaraan dengan investor energi.

        Washington bahkan telah membuka peluang penjualan minyak negara itu serta memberikan pelonggaran sanksi untuk mendorong investasi di sektor energi dan pertambangan. Langkah ini menjadi penting mengingat cadangan minyak raksasa yang dimiliki oleh Venezuela.

        Meski hubungan mulai membaik, sejumlah pejabat dari pemerintahan sebelumnya masih berada di bawah sanksi dan menghadapi berbagai tuduhan hukum dari Amerika Serikat. 

        Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio baru-baru ini menyatakan bahwa pihaknya ingin melihat fase transisi politik dengan melalui dulu pemilu bebas dan adil terjadi di Venezuela. ia menegaskan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu, namun tidak boleh diabaikan.

        Rubio mengatakan bahwa pada akhirnya negara tersebut harus mencapai tahap transisi menuju sistem politik yang lebih demokratis. Ia menekankan pentingnya kesabaran, namun juga mengingatkan agar tidak bersikap pasif terhadap perkembangan di negara tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: