Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tren Kerja Fleksibel Ubah Peta Ekonomi Indonesia

        Tren Kerja Fleksibel Ubah Peta Ekonomi Indonesia Kredit Foto: IWG
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Model ruang kerja fleksibel dinilai memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia dengan memperluas akses kerja dan peluang usaha di luar pusat ekonomi utama.

        Senior Vice President IWG Asia Pacific, Lars Wittig, menyatakan workspace fleksibel tidak hanya menjawab kebutuhan korporasi, tetapi juga menjadi instrumen distribusi aktivitas ekonomi ke berbagai wilayah.

        “Workspace fleksibel berperan penting dalam pertumbuhan yang lebih inklusif, termasuk dalam membantu mengurangi ketergantungan terhadap ibu kota,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

        Menurutnya, perubahan pola kerja memungkinkan aktivitas profesional tidak lagi terpusat di kota besar, melainkan dapat tersebar ke daerah dengan dukungan infrastruktur kerja yang memadai.

        Pengembangan workspace fleksibel di kota tier 2 menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong pemerataan ekonomi.

        Dengan lokasi kerja yang lebih dekat ke tempat tinggal, perusahaan dapat mengurangi mobilitas harian sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.

        “Dengan menghadirkan workspace di kota-kota sekunder, kami tidak hanya mendekatkan tempat kerja ke masyarakat, tetapi juga membawa peluang ekonomi baru ke daerah,” kata Lars.

        IWG mencatat sekitar 85% pelanggan di kota sekunder berasal dari bisnis baru atau perusahaan yang sedang berkembang. Hal ini menunjukkan ruang kerja fleksibel berperan sebagai enabler bagi pelaku usaha untuk memulai bisnis dengan lebih efisien tanpa kebutuhan investasi awal yang besar.

        Selain itu, kehadiran workspace fleksibel juga mendorong terbentuknya ekosistem bisnis baru di luar kota besar.

        Meski menawarkan berbagai manfaat, implementasi model kerja fleksibel masih menghadapi tantangan, terutama terkait perbedaan karakteristik antar generasi dalam dunia kerja.

        Generasi muda cenderung lebih adaptif terhadap model kerja hybrid, sementara sebagian organisasi masih dalam tahap penyesuaian terhadap perubahan tersebut.

        Namun, model kerja hybrid dinilai dapat meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sekaligus menjaga produktivitas.

        “Hybrid work memberikan fleksibilitas bagi karyawan untuk tetap produktif sekaligus mengelola kebutuhan pribadi mereka, termasuk dalam hal pembelajaran dan pengembangan diri,” tambah Lars.

        Dalam memperluas jangkauan bisnis di Asia Pasifik, IWG mengandalkan strategi pertumbuhan berbasis kemitraan dengan pelaku lokal.

        Pendekatan ini memungkinkan adaptasi model bisnis yang lebih sesuai dengan karakteristik masing-masing negara, termasuk Indonesia, baik dari sisi budaya kerja, tingkat urbanisasi, maupun struktur pasar properti.

        Melalui kolaborasi tersebut, IWG mengombinasikan standar global dengan pemahaman lokal untuk mempercepat ekspansi sekaligus menjaga keberlanjutan operasional.

        Model kemitraan ini juga membuka peluang bagi pelaku bisnis lokal untuk terhubung dengan ekosistem global, termasuk transfer pengetahuan dan akses ke jaringan klien internasional.

        Baca Juga: Kebijakan RTO Dorong Pasar Properti Perkantoran Premium Indonesia ke Arah Optimis

        Baca Juga: Lamudi Luncurkan Indonesia Real Estate Awards 2026, Pengembang Properti Berpeluang Tembus Panggung Asia Tenggara

        IWG menilai prospek industri workspace fleksibel masih akan terus berkembang, meski dihadapkan pada dinamika teknologi, perubahan perilaku kerja, dan ketidakpastian ekonomi global.

        Lars menekankan kemampuan adaptasi menjadi faktor kunci dalam menghadapi perubahan tersebut.

        “Lingkungan bisnis saat ini sangat unpredictable. Mereka yang mampu membaca perubahan dengan tepat akan berada jauh di depan,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: