Kredit Foto: Azka Elfriza
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai sejumlah lini usaha berpotensi terdampak jika terjadi fenomena El Nino Godzilla.
Ketua AAUI, Budi Herawan, mengatakan sektor properti menjadi salah satu yang paling rentan akibat meningkatnya risiko kebakaran saat kemarau panjang. Selain itu, sektor rekayasa (engineering) dan gangguan usaha (business interruption) juga memiliki sensitivitas tinggi terhadap gangguan operasional.
“Lini yang paling berpotensi terdampak antara lain property, engineering, business interruption, dan pada kondisi tertentu juga marine,” ujarnya kepada Warta Ekonomi, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi ekstrem tersebut berpotensi mengganggu aktivitas produksi, distribusi, hingga operasional bisnis. Dampaknya, pelaku usaha dapat mengalami kerugian signifikan, khususnya bagi yang memiliki perlindungan asuransi.
Meski demikian, Budi menegaskan tidak ada perbedaan perlindungan antara El Nino biasa dan El Nino ekstrem dalam industri asuransi. Penentuan klaim tetap mengacu pada penyebab kerugian serta ketentuan polis yang berlaku.
Baca Juga: AAUI Bangun Pusat Data Asuransi, Siap Meluncur April 2026
Baca Juga: Setelah Merugi, AAUI Ungkap Asuransi Umum Berbalik Untung Rp15,8 Triliun
Baca Juga: AAUI: Gangguan Selat Hormuz Picu Kenaikan Biaya Asuransi Global
“Secara umum tidak ada perbedaan perlindungan hanya karena istilah atau label fenomenanya. Dalam asuransi, yang menjadi dasar adalah penyebab kerugian dan ketentuan polis,” jelasnya.
Menurutnya, perbedaan utama justru terletak pada tingkat eksposur dan besarnya risiko yang dihadapi, bukan pada jenis perlindungan yang diberikan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: