Kredit Foto: Istihanah
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak mengatakan prajurit yang bertugas di lokasi telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam menjalankan penugasan, termasuk dalam kondisi tertentu dengan instruksi untuk masuk bunker.
“Sebetulnya mereka sudah ada SOP untuk bagaimana apa yang harus dilakukan dengan kondisi apa. Terus terang saya juga belum pernah sampai di sana jadi saya tidak bisa berani menceritakan secara detail. Apakah 100% aman bankernya mereka atau lain sebagainya. Saya kira SOP mereka sudah ada dan bagaimana nanti pelaksanaannya kita nanti tunggu,” kata Maruli.
Baca Juga: Momen Haru Presiden Prabowo Peluk dan Cium Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Ia menyebut, prosedur masuk bunker merupakan bagian dari SOP penugasan dalam situasi tertentu. Terkait peristiwa yang terjadi, menurutnya akan ada tim yang mencari tahu kejadian tersebut.
“Sebetulnya itu sudah SOP-nya dalam penugasan, dalam kondisi tertentu mereka ada instruksi untuk masuk bunker dan lain sebagainya. Jadi makanya kita harus ada nanti, saya kira pasti ada tim yang akan mencari bagaimana sebetulnya peristiwa tersebut,” ujarnya.
Terkait kehadiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Maruli mengaku tidak mendengar langsung apa yang disampaikan, namun ia menyebut SBY sebagai sosok yang banyak menggagas misi perdamaian.
“Saya tidak mendengar langsung tadi, beliau langsung nanti mungkin lebih jelasnya saja daripada saya salah nanti lebih baik langsung saja pada beliau ya. Beliau dulu banyak sekali menggagas tentang peacekeeping. Yang saya tahu seperti itu,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: