Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Naik Tajam, Saham ASPR Digembok Bursa

        Harga Naik Tajam, Saham ASPR Digembok Bursa Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) setelah mengalami lonjakan harga yang signifikan dalam waktu singkat.

        Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi investor di tengah volatilitas yang tinggi.

        "Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 6 April 2026 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut," ujarnya.

        Keputusan suspensi ini tidak lepas dari pergerakan harga saham ASPR yang melesat tajam dalam beberapa waktu terakhir. Pada perdagangan Kamis (2/4), saham ASPR ditutup menguat 14,78% ke level Rp264. Jika ditarik lebih jauh, saham ini telah melonjak hingga 58,08% dalam sepekan dan bahkan naik 79,59% dalam satu bulan terakhir. 

        Baca Juga: Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham pada Awal Pekan Ini

        Baca Juga: Prajogo Pangestu Lepas 764 Juta Saham CUAN, Ini Tujuannya!

        Yulianto menjelaskan bahwa penghentian sementara ini bertujuan memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk mencerna informasi yang ada sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan demikian, diharapkan potensi risiko akibat pergerakan harga yang terlalu cepat dapat diminimalkan.

        Selain itu, ia juga mengingatkan investor untuk tetap mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh emiten.

        "Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," tambah Yulianto.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: