Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Suspensi Berakhir, Saham ASPR Masuk Papan FCA

Suspensi Berakhir, Saham ASPR Masuk Papan FCA Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) setelah sebelumnya sempat disuspensi.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan bahwa pembukaan suspensi dilakukan mulai sesi I pada 15 April 2026, merujuk pada evaluasi Bursa atas pergerakan saham tersebut.

"Menunjuk Pengumuman Bursa Peng-SPT-00100/BEI.WAS/04-2026 tanggal 2 April 2026 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham ASPR dan berdasarkan penilaian Bursa, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham ASPR di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 15 April 2026," kata Yulianto.

Pasca pembukaan suspensi, saham ASPR kini ditempatkan di Papan Pemantauan Khusus dan diperdagangkan menggunakan mekanisme full call auction (FCA). Kebijakan ini diterapkan karena masa suspensi berlangsung lebih dari satu hari bursa berturut-turut, di mana saham tersebut sebelumnya dihentikan sejak 6 April 2026.

Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham ASPR menyusul lonjakan harga yang signifikan dalam waktu singkat. Pada perdagangan Kamis (2/4), saham ASPR ditutup melonjak 14,78% ke level Rp264. Bahkan, dalam sepekan saham ini telah naik 58,08% dan menguat 79,59% dalam satu bulan terakhir.

Baca Juga: Negosiasi AS-Iran Berpotensi Lanjut, IHSG Rabu (15/4) Dibuka Perkasa ke 7.750

Baca Juga: Saham Undervalued, Indocement (INTP) Siapkan Buyback Rp750 Miliar

Setelah suspensi dicabut, saham ASPR kembali melanjutkan penguatan. Pada sesi pertama perdagangan Rabu (15/4), saham ini naik 2,27% ke level Rp270.

Langkah penempatan di Papan Pemantauan Khusus dan penerapan mekanisme FCA bertujuan untuk meningkatkan transparansi serta memberikan waktu yang lebih memadai bagi investor dalam mengambil keputusan investasi di tengah volatilitas yang tinggi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement