Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) masih membukukan kinerja negatif sepanjang 2025, meski kerugiannya berhasil ditekan cukup dalam. Perseroan mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp334,95 miliar, menyusut 60,23% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp842,27 miliar.
Sejalan dengan itu, rugi per saham dasar juga ikut menurun menjadi Rp60,17 dari sebelumnya Rp151,31, mencerminkan perbaikan kinerja meski belum berbalik untung.
Di sisi pendapatan, penjualan bersih KAEF tercatat Rp9,22 triliun, turun dari Rp9,93 triliun pada 2024. Kontribusi terbesar masih berasal dari penjualan obat ethical ke pihak ketiga sebesar Rp2,43 triliun, diikuti jasa klinik, laboratorium, dan alat kesehatan sebesar Rp1,47 triliun.
Sementara itu, segmen obat over the counter (OTC) dan kosmetik menyumbang Rp1,4 triliun, serta obat generik Rp1,09 triliun. Penjualan domestik mendominasi dengan Rp9,03 triliun, sedangkan pasar ekspor menyumbang Rp185,82 miliar.
Meski penjualan menurun, efisiensi mulai terlihat pada sisi biaya. Beban pokok penjualan turun menjadi Rp6,15 triliun dari Rp6,99 triliun, sehingga laba kotor meningkat menjadi Rp3,06 triliun dari Rp2,94 triliun.
Perbaikan juga tampak pada beban usaha yang turun menjadi Rp3,31 triliun dari Rp3,79 triliun. Selain itu, pendapatan lain-lain melonjak signifikan menjadi Rp170,73 miliar dari Rp35,77 miliar. Alhasil, rugi usaha berhasil ditekan drastis menjadi Rp79,75 miliar dari sebelumnya Rp810,72 miliar.
Dari sisi pembiayaan, beban keuangan menurun menjadi Rp590,12 miliar dari Rp641,96 miliar, sementara penghasilan keuangan naik tipis menjadi Rp231,8 miliar. Rugi sebelum pajak pun ikut menyusut menjadi Rp438,08 miliar dari Rp1,22 triliun pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Siloam (SILO) Catat Pendapatan Rp9,95 Triliun pada 2025, Laba Tumbuh 22,5%
Baca Juga: Laba Emiten RS Hermina (HEAL) Turun 19% di 2025 Meski Pendapatan Naik, Ini Pemicunya
Pada neraca keuangan, total aset tercatat Rp14,18 triliun, turun dari Rp14,92 triliun. Liabilitas relatif stabil di Rp11,44 triliun dari Rp11,49 triliun, sementara ekuitas menurun menjadi Rp2,73 triliun dari Rp3,42 triliun.
Secara keseluruhan, meski masih mencatatkan kerugian, langkah efisiensi dan perbaikan operasional mulai menunjukkan hasil dengan penurunan rugi yang signifikan sepanjang 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: