Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kepala BPOM Dukung Kimia Farma Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional

Kepala BPOM Dukung Kimia Farma Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional Kredit Foto: Kimia Farma
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyatakan dukungannya kepada PT Kimia Farma Tbk untuk terus berperan aktif dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional, seiring upaya mendorong kemandirian industri farmasi dalam negeri berbasis inovasi dan riset.

Dukungan tersebut disampaikan Taruna Ikrar saat melakukan kunjungan kerja ke kantor PT Kimia Farma Tbk, Jalan Veteran No. 9, Jakarta, Senin (13/1/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 25 tahun pengabdian BPOM menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 lembaga tersebut.

Dalam kunjungan itu, Taruna Ikrar didampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM William Adi Teja, dan disambut jajaran Komisaris serta Direksi Kimia Farma. Pertemuan diawali dengan diskusi mengenai sejarah ketahanan kesehatan nasional, termasuk peran Kimia Farma sebagai perusahaan farmasi pertama di Indonesia sejak 1817.

Baca Juga: Kimia Farma Kantongi Dana Rp846 Miliar dari Pemegang Saham

Taruna Ikrar menegaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun kemandirian obat nasional sebagai bagian dari ketahanan kesehatan.

“Di tempat inilah sejarah industri farmasi Indonesia terbentuk. Kita tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi meneguhkan kembali komitmen dalam membangun masa depan kesehatan bangsa yang mandiri dan kuat,” ujar Taruna Ikrar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPOM memberikan apresiasi atas pengembangan inovasi Kimia Farma yang berbasis riset. Ia menyoroti kolaborasi strategis Kimia Farma dengan rumah sakit dalam pengembangan produk stem cell, yang fasilitas produksinya telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM.

Menurut Taruna Ikrar, penguatan inovasi dan kepatuhan terhadap standar regulasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing produk kesehatan dalam negeri sekaligus menjamin mutu dan keamanan bagi masyarakat.

Baca Juga: Bio Farma Suntik Modal Rp846 Miliar ke Kimia Farma (KAEF)

Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam menyampaikan apresiasi atas dukungan BPOM terhadap transformasi yang tengah dijalankan perusahaan. Ia menegaskan bahwa kunjungan Kepala BPOM memperkuat komitmen Kimia Farma dalam menjaga kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi.

“Momentum kunjungan Kepala BPOM ke Kimia Farma memperkuat komitmen kami untuk terus menjaga mutu, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi sebagai wujud penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Kimia Farma terus bertransformasi dari masa ke masa untuk mendukung ketahanan kesehatan nasional dengan menyediakan produk dan layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan terjangkau,” ujar Djagad.

Melalui kunjungan ini, BPOM dan Kimia Farma diharapkan dapat mempererat kolaborasi dalam mendorong transformasi industri farmasi nasional, percepatan inovasi, serta peningkatan daya saing produk kesehatan dalam negeri. Sinergi tersebut juga diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden Republik Indonesia, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: